Artikel

Mengasah Growth Mindset untuk Tumbuhkan Kreativitas

Kamis, 27 Mei 2021

Selain kemampuan dan bakat, kesuksesan juga dipengaruhi oleh pola pikir. Hal ini diungkapkan oleh Carol Dweck, Profesor dari Stanford University. Hasil penelitiannya juga menemukan bahwa pola pikir seseorang memengaruhi kemampuan mereka untuk belajar dan mengembangkan keterampilan.

Menurut Carol Dweck, ada dua jenis pola pikir yaitu fixed mindset dan growth mindset. Apa saja perbedaannya? Yuk kita bahas!

Orang dengan fixed mindset percaya kalau kemampuan itu merupakan pemberian atau bawaan sejak lahir. Tipe ini cenderung berorientasi atau sangat peduli pada hasil akhir. Fixed mindset juga tidak menyukai kegagalan dan lebih memilih menghindari tantangan.

Di pandangan mereka yang fixed mindset, upaya mengembangkan keterampilan merupakan hal yang sia-sia. Kritikan yang datang pun dianggap sebagai penyerangan.

Makanya, tipe ini selalu ingin tampil pintar atau lebih baik, mudah menyerah, dan menganggap kesuksesan orang lain sebagai ancaman.

Sementara growth mindset justru menjadikan tantangan bahkan kegagalan yang dialaminya sebagai momen untuk belajar. Kemampuan yang didapat sejak kecil menjadi modal awal yang perlu diasah.

Bila melihat dari perbedaan keduanya ini, seseorang dengan fixed mindset tampaknya lebih susah mencapai kesuksesan daripada growth mindset. Tapi pola pikir bukanlah sesuatu yang bersifat statis dan growth mindset bisa diasah.

Berikut tips untuk mengasah growth mindset untuk tumbuhkan kreativitas:

1.Mau bekerja keras
Kesuksesan yang bertahan dalam jangka panjang tentu tidak bisa diraih secara instan. Butuh dedikasi serta kerja keras untuk berproses. Meski prosesnya tidak selalu mudah, tapi usahakan untuk menikmati sekaligus mengambil pelajaran darinya.

Kebiasaan berproses ini membuka peluang kita untuk menemukan banyak inspirasi. Kita jadi memikirkan beragam kemungkinan yang bisa ditempuh.

2.Terbuka pada tantangan
Kita tidak akan pernah tahu sejauh mana limitasi kemampuan kita jika kita tidak pernah mengeksplorasi hal-hal baru. Walaupun tidak ada jaminan keberhasilan, tapi mencoba tantangan bisa memperkaya pengalaman.

Semakin banyak pengalaman, semakin mendukung kemampuan berpikir kreatif kita. Kita jadi bisa melihat dari sudut yang berbeda. Atau justru mengawinkan hal-hal yang tak biasa dan menjadi sebuah inovasi.

3.Gagal? Bangkit lagi!
Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, growth mindset menganggap kegagalan sebagai batu pijakan untuk melompat lebih tinggi. Nah di sinilah kreativitas kita juga diuji sekaligus dapat berguna.

Ketika jalan yang terlanjur dipilih ternyata salah, kita jadi bisa mendorong diri untuk menemukan jalan lain. Bisa juga menambah amunisi agar bisa melewati jalan yang salah menuju jalan yang dituju.

Pengembangan diri sangat dibutuhkan untuk bisa mencapai kesuksesan. Growth mindset dan kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan lunak atau soft skills yang menjadi bekal kita untuk mencapai kesuksesan tersebut.

Soft skills pun bukanlah hal yang dibawa sejak lahir, melainkan bisa diasah. Namun memang butuh waktu yang lama. Bila terus dipakai baik dalam kehidupan profesional maupun sehari-hari, soft skills kita bisa meningkat.

Ikuti terus media sosial resmi kami untuk mengetahui lebih banyak tentang soft skills!

Instagram (@djarumbeasiswaplus), Facebook Page (Djarum Beasiswa Plus), Twitter (@BeswanDjarum) dan Youtube (Djarum Beasiswa Plus).

Artikel terkait

21 Maret - 23 Mei 2021 Pendaftaran Online Djarum Beasiswa Plus 2021/2022 24 Mei - 20 Juni 2021 Seleksi Berkas Administrasi Djarum Beasiswa Plus 2021/2022 21 - 30 Juni 2021 Tes Seleksi Tertulis Online 1 Juli - 10 September 2021 Tes Interview Online 20 September 2021 Pengumuman Seleksi Beswan Djarum 2021/2022