Artikel

Menjadi Pengambil Resiko yang Sukses

Senin, 28 Juni 2021

Apa yang kamu pikirkan tentang YOLO alias you only live once? Bermain sepuasnya? Liburan yang jauh? Senang-senang?

Anak muda dengan spirit YOLO biasanya aktif menantang diri dengan hal-hal yang belum pernah dilakukan. Mereka juga cenderung berani menjadi pengambil risiko. Karena bagi tim YOLO: berusaha maksimal sehingga tidak ada rasa sesal yang tertinggal.

Nah spirit YOLO ini bisa dibawa juga dalam dunia akademik. Misalnya mengambil tema penelitian menantang yang masih sedikit referensi penelitian atau bahkan belum pernah ada sebelumnya.

Bisa juga spirit YOLO untuk daftar beasiswa. Apalagi seperti Djarum Beasiswa Plus yang kesempatannya hanya bisa sekali karena khusus untuk mahasiswa semester 4. Makanya penting banget untuk kasih usaha maksimal selama mengikuti proses tes seleksinya.

Dalam berkarya di bidang apapun, kita juga perlu spirit YOLO. Baik berkarya untuk bisnis maupun saat idealis. Karena karya yang diupayakan maksimal, bisa menuai apresiasi yang optimal.

Namun, meski punya spirit YOLO, jangan sembarangan mengambil risiko. Kamu tetap perlu pertimbangan serta persiapan matang supaya bisa menjadi pengambil risiko yang sukses. Berikut tipsnya untuk kamu!

1. Selalu jadi diri sendiri
Bicara soal berkarya, dalam salah satu materinya, Pandji Pragiwaksono menyebutkan “sedikit lebih beda lebih baik daripada sedikit lebih baik”. Menurut komika ini, berbeda menjadi kunci untuk berkarya.

Nilai otentik bisa menjadi daya tarik dari suatu karya. Nah buat bisa menjadi diri sendiri, kamu perlu mengenali dirimu dulu. Apa kelebihan serta kekurangan yang kamu miliki. Setelah ‘menakar diri’, kamu jadi bisa menentukan risiko seperti apa yang sesuai dengan dirimu.

2. Bangun growth mindset
Para pengambil risiko harus memiliki growth mindset. Karena pola pikir ini membuatnya terbuka terhadap tantangan. Kita tidak akan pernah tahu sejauh mana limitasi kemampuan kita jika tidak pernah mengeksplorasi hal-hal baru.

Orang dengan growth mindset banyak belajar dari pengalamannya. Sehingga segala hal yang dicoba, menjadi pupuk baginya untuk tumbuh.

3. Menulis jurnal dan merenung
Para pengambil risiko umumnya memiliki daftar tujuan. Jurnal memudahkanmu untuk ceklis tiap tujuan yang telah berhasil atau bahkan gagal dicapai. Fungsinya juga sebagai bahan renungan untuk langkah berikutnya.

Jangan salah, tidak selamanya merenung itu kontra produktif. Merenung juga bisa menjadi salah satu proses kreatif yang kamu butuhkan. Dari menulis jurnal membantu pula untuk mengetahui kesempatan-kesempatan menarik apa yang belum sempat dicoba. Tidak menutup kemungkinan, ide-ide segar justru datang karena terpancing dari hasil sebelumnya dan muncul saat kita merenungkannya.

4. Lupakan penyesalan, lanjutkan perjalanan!
Pengambil risiko bukan berarti tidak peduli dengan kegagalan. Kita harus sadar, keberhasilan selalu berkaitan dengan kegagalan. Begitupun sebaliknya. Makin sering mencoba, makin banyak juga potensi untuk merasakan kegagalan.

Untuk berdamai dengan kegagalan, kamu perlu mengakui kekurangan atau kesalahan yang telah dilakukan. Berikan waktu untuk dirimu merasakan sedihnya. Karena dengan begitu lukanya.

Baru kemudian kamu bisa mengobatinya dengan kembali mengingat impianmu atau justru bisa melangkah ke tujuan yang baru. Karena bagi pengambil risiko yang YOLO, kegagalan hanyalah mematahkan ekspektasi, namun pengalaman tetap nyata.

Nah sudah siapkah kamu untuk menerapkan spirit YOLO dan menjadi pengambil risiko?

Ikuti terus media sosial resmi kami di Instagram (@djarumbeasiswaplus), Facebook Page (Djarum Beasiswa Plus), Twitter (@BeswanDjarum) dan Youtube (Djarum Beasiswa Plus).

Artikel terkait

1 Juli - 10 September 2021 Tes Interview Online 20 September 2021 Pengumuman Seleksi Beswan Djarum 2021/2022