Berita

COMMUNITY EMPOWERMENT BESWAN DJARUM 2018/2019: SUGAREN, PEMBANGUNAN EKONOMI KELOMPOK TANI AREN DUSUN KEKAIT DAYE

Rabu, 21 Agustus 2019

Dusun Kekait Daye terletak di Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, yang berbatasan dengan Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Sebagian besar masyarakat Dusun Kekait Daye bermata pencaharian sebagai petani kebun dan berdagang hasil kebunnya sendiri, dengan hasil utamanya adalah gula aren. Dusun ini merupakan dusun penghasil aren terbesar di Kabupaten Lombok Barat.

Melihat hal ini, Beswan Djarum Universitas Mataram, Lombok mencoba membantu untuk meningkatkan penghasilan masyarakat desa Kekait Daye dengan meningkatkan nilai tambah gula aren menjadi Sugaren. Hal ini dilakukan setelah melihat di lapangan bahwa mayoritas petani gula aren di desa Kekait Daye menjual hasil panen aren secara langsung ke pasar Gunung Sari. Apalagi dilihat dari kenyataan yang ada di masyarakat desa tersebut, dapat dikatakan masih didominasi oleh keadaan ekonomi masyarakat yang menengah ke bawah.

Gempa Lombok yang terjadi beberapa waktu yang lalu turut membuat Desa Kekait Daye menjadi wilayah yang merasakan kerugian terparah. Alhasil, kondisi perekonomian menjadi semakin menurun, serta kegiatan produksi gula aren yang merupakan sumber mata pencaharian utama mereka menjadi terhambat karena rusaknya rumah tempat untuk pengolahannya.

Berdasarkan hasil observasi Beswan Djarum Universitas Mataram ternyata telah ada kelompok petani aren yang tergabung ke dalam Aren Group. Kelompok ini bergerak dalam bidang pengolahan nira aren menjadi gula merah. Namun, produksi mereka masih dalam skala kecil dan tidak berkesinambungan sehingga belum mampu meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat setempat.

"Kami juga melihat adanya keinginan yang kuat dari masyarakat desa untuk bangkit dan berkembang menjadi lebih baik, dilihat dari semangat dan tanggapan positif yang diberikan selama proses kunjungan yang kami lakukan. Selain itu, meskipun sampai saat ini usaha pengolahan aren yang ditekuni menghasilkan pendapatan yang tidak sebanding dengan usahanya, namun mereka tetap yakin bahwa di kemudian hari usaha ini akan menjadi besar" jelas Desak Putu Amrita Kirana atau yang akrab dipanggil Kirana, Beswan Djarum Universitas Mataram, yang menjadi Ketua program Community Empowerment ini.

"Hal ini diperparah lagi dengan masih terbatasnya pengetahuan masyarakat dusun tentang cara pengolahan nira menjadi gula aren secara maksimal. Meskipun telah banyak produk gula aren yang dihasilkan seperti aren batok, aren bumbung, dan sebagainya namun mutu aren masih belum maksimal dan belum seragam sehingga mutu produk masih berdaya saing rendah. Pun, mereka juga tidak memiliki target pasar yang berkelanjutan", lanjut Kirana.

Melihat hal tersebut, Beswan Djarum Universitas Mataram menawarkan berbagai solusi untuk membangun kerja sama dengan mitra pemasaran yang lebih baik seperti perusahaan coffee? shop, hotel, retail, toko oleh-oleh pedagang kaki lima (pedagang rujak, pedagang es dawet, es kelapa muda, gado-gado) dan lain lain. Lebih jauh lagi, Beswan Djarum Universitas Mataram kemudian memberikan nama untuk produk gula aren yang dihasilkan yaitu "SUGAREN; 100% Pure from Nature" sekaligus logo produk sebagai identitas (branding).

"Kami membantu melanjutkan pengadaan Rumah Produksi Bersama serta dalam hal peningkatan kualitas dan mutu kemasan produk. Kami juga membuat standar gula aren yang pasti dari segi cetakan agar dihasilkan kuantitas dan bentuk yang seragam. Hal ini penting untuk meningkat nilai mutu dan nilai ekonomi produk. Lebih jauh lagi, kami membantu mengajukan PIRT, BPOM, logo halal MUI untuk produk gula aren yang dihasilkan", jelas Kirana.

Selain itu, Beswan Djarum Universitas Mataram bekerja sama dengan Dinas Pertanian Nusa Tenggara Barat juga memberikan pelatihan tata cara pengambilan dan penjagaan kualitas nira, serta membantu dalam perhitungan Harga Pokok Produksi dengan tujuan untuk menjamin keuntungan bagi produsen serta konsumen. "Hal yang tak kalah penting adalah melakukan uji laboratorium terhadap produk gula aren yang dihasilkan agar didapatkan Nutrision Fact sebagai jaminan mutu bagi konsumen", terang Kirana.

"Kami berharap produk SUGAREN dapat menjadi produk unggulan Gula Aren Dusun Kekait Daye, yang mampu meningkatkan perekonomian warga dusun pasca gempa. Apalagi di Lombok pada saat ini masih sulit ditemukan pembuat gula aren yang mengutamakan kualitas dan mutu, padahal permintaan selalu ada", ujar Kirana.

berita terkait

20 - 23 November 2019 Character Building Beswan Djarum 2019/2020 Batch II 27 - 30 November 2019 Character Building Beswan Djarum 2019/2020 Batch III 4 - 7 Desember 2019 Character Building Beswan Djarum 2019/2020 Batch IV 11 - 14 Desember 2019 Character Building Beswan Djarum 2019/2020 Batch V November 2019 - Februari 2020 Pelatihan Delegasi Djarum Foundation ke Harvard World MUN Conference 2020 15 - 22 Maret 2020 Keberangkatan ke Harvard World MUN Conference 2020, Tokyo, Jepang