Suara riuh mulai menggema di ruangan Final Nasional Writing Competition Beswan Djarum 2015/2016 tatkala dewan juri menyebutkan satu per satu pemenang Writing Competition dari masing-masing kategori.

"/>

Berita

PERSEMBAHAN UNTUK ORANG TUA DAN BANGSA DARI PARA PEMENANG WRITING COMPETITION BESWAN DJARUM 2015/2016

Rabu, 30 November 2016

Suara riuh mulai menggema di ruangan Final Nasional Writing Competition Beswan Djarum 2015/2016 tatkala dewan juri menyebutkan satu per satu pemenang Writing Competition dari masing-masing kategori. Suasana hening dan penuh rasa penasaran seketika berubah menjadi lautan kebahagiaan. Hasil dari proses perjuangan telah mereka dapatkan.

Dewan juri yang terdiri dari Bayu Sutiyono (Jurnalis Senior), Felicia Hanitio (Praktisi Community Emplowerment), dan Daniel Harjanto (Praktisi Industri Animasi) dibuat terpana untuk menentukan pemenang dari masing-masing kategori. Selain karena keragaman ide yang diangkat juga karena mutu esai dan mutu penampilan presentasi masing-masing finalis begitu berkualitas sehingga memenuhi berbagai aspek penilaian yang ada. Writing Competition Beswan Djarum 2015/2016 adalah kompetisi tahunan bagi Beswan Djarum untuk melatih dirinya menuangkan ide kreatif dan inovatif, mengasah kepekaan, dan merespon bebagai permasalahan masyarakat, berdasarkan keilmuan yang ditekuni. Setelah menerima berbagai soft skills, Beswan Djarum dirangsang untuk berani berpikir kritis, menuangkan gagasannya dalam bentuk esai. Writing Competition ini adalah ajang kompetisi untuk melihat kualitas berfikir dan inovatif mereka. Tema kompetisi tahun ini adalah Masa Depan Ke-Indonesia-an. Dibagi dalam 2 kategori: Humaniora, Budaya dan Ilmu Sosial. Serta, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Kompetisi dimulai sejak Juli 2016 hingga September 2016. Terdapat 230 ide yang diajukan lalu diuji dalam tahapan Regional: Semarang (11 Oktober 2016), Bandung (13 Oktober 2016), Jakarta (14 Oktober 2016), Surabaya (15 Oktober 2016).

Puncaknya tahapan Nasional 20-21 Oktober 2016 di Bali. 16 peserta terbaik untuk kedua kategori berkompetisi, menjadi yang terbaik.

Dari 8 finalis dengan kategori Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, terpilih 3 pemenang yaitu Rany Dwi Utami dari Universitas Andalas sebagai juara 1, Annizah Rahmatya Gerhana dari Universitas Diponegoro sebagai juara 2 dan Winona Madelina dari Universitas Tanjungpura sebagai juara 3. Disusul dengan pemenang dari kategori Humaniora, Budaya dan Ilmu Sosial yakni Rifky Aliza Hasan dari Universitas Jenderal Achmad Yani sebagai juara 1, Rika Nurrizkiana dari Universitas Pendidikan Indonesia sebagai juara 2 dan Aditya Very Cleverina dari Universitas Sebelas Maret sebagai juara 3.

Rika bahkan langsung melakukan sujud syukur begitu namanya dipanggil sebagai juara kedua sedangkan Rany nampak masih tidak percaya dengan ucapan dewan juri yang mendapuknya sebagai pemenang pertama. Keluar sebagai pemenang artinya bukan sekedar mengalahkan ide kreatif finalis lainnya tapi juga menjadi bagian pembelajaran dari proses yang tidak instan. Ada jatuh bangun perjuangan, waktu yang dihabiskan, dan upaya yang dikerahkan demi hasil yang sebanding.

Keenam pemenang ini menyerukan hal yang sama bahwa kemenangan yang mereka dapatkan adalah wujud persembahan bagi orang tua dan bangsa. “Saya begitu bersyukur diberi kesempatan untuk maju sebagai finalis dan memenangkan perlombaan. Prosesnya benar-benar luar biasa. Sejak mendaftar sebagai Beswan Djarum pun saya sudah punya visi akan melakukan perubahan dengan bergabung disini dan Tuhan menjawab doa saya. Terima kasih kepada kedua orang tua yang selalu mendukung dan tidak henti mendoakan langkah saya terutama ketika mendapatkan beasiswa ini. Saya persembahkan kemenangan ini untuk mereka. Pesan saya kedepannya semoga saya bisa terus berkomitmen memberikan yang terbaik dengan ilmu, mengembangkan ide saya, dan tentu membangun Indonesia yang lebih baik lagi”, cerita Rany.

Hal serupa disampaikan oleh Annizah yang sama-sama menjadikan ajang ini sebagai ajang pembuktian dari kerja kerasnya selama ini. “Saya merasa segala jerih payah terbayar. Dari yang sebelumnya harus survey ke lapangan untuk tahu secara pasti kondisi di masyarakat hingga akhirnya berdiri di panggung juara. Alhamdulillah, benar-benar tidak pernah terbayangkan”, ungkap Annizah. Rifky turut memuji bagaimana teman-teman seperjuangannya di kompetisi ini telah memberikan penampilan terbaiknya. “Hasil tidak akan menghianati usaha. Kemenangan adalah bonus karena semua finalis yang tampil sangatlah hebat, idenya kreatif, dan sangat inovatif. Terima kasih kepada kedua orang tua dan teman-teman terbaik saya yang sudah memotivasi hingga akhirnya pulang membawa penghargaan.”

Kemenangan yang Beswan Djarum dapatkan sejalan dengan pendapat dewan juri. Bayu Sutiyono menjelaskan bahwa peningkatan Writing Competition dari tahun ke tahun justru menjadi tantangan tersendiri bagi mereka dalam merealisasikan ide yang digagas. “Saya tetap acungi dua jempol atas pencapaian seluruh finalis. Hal-hal yang terkadang tidak terpikirkan oleh kita justru terpikirkan oleh mereka. Gagasan ide yang mereka gagas terangkum secara runut dan gamblang. Hal lain yang sangat saya sukai adalah kualitas anak-anak muda ini untuk berkomunikasi di depan orang banyak. Kemampuan public speaking yang selalu diatas rata-rata. Saya harap Beswan Djarum dapat mengembangkan kemampuan yang dimiliki karena bukan tidak mungkin Beswan Djarum akan menjadi pemimpin di kemudian hari”, ungkap Bayu.

Selamat atas kemenangan yang telah diraih!

berita terkait

8 April 2017 - 24 Mei 2017 Pendaftaran Djarum Beasiswa Plus 2017/2018