Berita

SELANGKAH LAGI MENUJU BESWAN DJARUM 2020/2021

Sabtu, 25 September 2020

Seleksi Djarum Beasiswa Plus 2020/2021 telah mencapai tahap akhir yaitu interview. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini interview dilakukan secara online. Meski dari jarak jauh, persiapan yang dilakukan tetaplah maksimal.

Seperti yang diungkapkan oleh Carent Natasha, pendaftar asal Universitas Airlangga. “Aku yang biasa tidur larut malam, berusaha tidur lebih cepat sebelum hari wawancara. Biar aku segar dan pikiran pun jernih,” kata mahasiswa prodi Ilmu komunikasi tersebut.

Tidak hanya menyiapkan diri, Carent juga memastikan gadget dan koneksi internet yang ia gunakan dalam keadaan baik. Selain itu, Carent juga sempat mencari testimoni dari para pendaftar tahun-tahun sebelumnya. “Tapi tidak aku jadikan acuan karena khawatir wawancaranya justru tidak berjalan alami,” tuturnya.

Satu persatu peserta dihadapkan dengan satu pewawancara. Mereka diberi pilihan untuk menggunakan Microsoft Teams atau Zoom.

Pengalaman mengikuti wawancara paling berkesan untuk Rainoldo Alva Millenium Parairaway yaitu saat diberi pesan untuk be authentic. “Saya memberanikan diri minta penilaian dari pewawancara. Karena saya merasa ini kesempatan belajar dan bisa evaluasi,” ceritanya.

“Pesan itu mengingatkan saya untuk selalu jujur dan menjadi diri sendiri apapun kondisinya,” lanjut pendaftar asal Universitas Padjajaran ini.

Selaras dengan yang diungkapkan Rainoldo, kami juga berkesempatan bertanya dengan salah satu pewawancara Seleksi Djarum Beasiswa Plus, Rena Hidayat. Ada poin-poin yang harus diperlihatkan oleh peserta wawancara.

“Wawancara itu seperti self branding. Maka di sini, menjadi jujur itu sangat penting,” ungkapnya. “Kemudian peserta harus bisa merasa nyaman, tapi jangan lupa untuk kontrol diri,” sambungnya.

Satu hal yang menurut Rena yang sering luput dari para peserta wawancara. “Ada kala kita salah mengungkapkan pernyataan. Saat sadar pada kekeliruan itu, ungkapkan saja. Maaf saya salah, akan saya coba cari tahu lebih lanjut lagi. Bisa seperti itu.”

Hal utama selain penampilan yang menjadi first impression, peserta wawancara harus menyiapkan mentalnya.

Ketika awal wawancara, Kadek Bramantya Krisnanta Putra merasakan ketegangan. Namun waktu berlalu, prosesnya semakin mencair. Bram bisa lebih tenang menjawab pertanyaan juga menceritakan tentang dirinya.

“Pewawancara sempet kaget karena saya mengetahui informasi Djarum Beasiswa Plus ini dari kakak saya yang jadi Beswan Djarum 2017/2018,” ujarnya.

Pengalaman mengikuti Seleksi Beswan Djarum memberi arti bagi Ayu Sarica. “Saya merasa bertumbuh sebagai seorang individu. Karena dalam persiapannya, saya merefleksi ulang mengenai apa yang ingin saya lakukan dan capai. Sekarang saya semakin yakin mengenai mimpi dan cita-cita saya,” terang pendaftar asal Institut Teknologi Bandung ini.

Kini para pendaftar yang telah mengikuti seluruh rangkaian tes, mulai dari pengumpulan berkas, tes tulis, hingga wawancara tengah harap-harap cemas. Pendaftar yang lolos menjadi Beswan Djarum akan diumumkan pada Oktober 2020 mendatang. Kamukah Beswan Djarum 2020/2021?

Ikuti terus informasi Slekesi Djarum Beasiswa Plus 2020/2021 di akun resmi kami: Instagram (@djarumbeasiswaplus), Facebook Page (Djarum Beasiswa Plus), Twitter (@BeswanDjarum) dan Youtube (Djarum Beasiswa Plus).

berita terkait

Tidak ada berita terkait
25 September 2020 Pengumuman Seleksi Beswan Djarum 2020/2021