Berita

SELEKSI TERTULIS DJARUM BEASISWA PLUS 2019/2020 DI YOGYAKARTA: BANGKIT DAN KEJARLAH MIMPIMU!

Sabtu, 05 Juli 2019

Ribuan pendaftar Djarum Beasiswa Plus 2019/2020 mulai 6 Juni hingga 31 Agustus 2019 mengikuti rangkaian tes seleksi Djarum Beasiswa Plus 2019/2020. Tes Tertulis di Yogyakarta, yang berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 2 hingga 4 Juli 2019 diikuti oleh 727 mahasiswa yang berasal dari 8 Perguruan Tinggi yang bermitra dengan Djarum Foundation di kota pelajar ini. Tak heran aroma kompetisi yang ketat untuk memperebutkan beasiswa ini sangat terasa sejak awal. Sejak pagi ribuan peserta sudah memadati lokasi tes seleksi tertulis. Momen ini digunakan juga oleh para peserta untuk berinteraksi. Ada yang berkenalan lintas jurusan hingga lintas perguruan tinggi untuk mencari pengalaman sebanyak mungkin.

Berbagai persiapan dilakukan oleh peserta sebelum mengikuti tes seleksi tertulis kali ini. Edwina Ayu Kristi, peserta tes seleksi dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, jurusan Teknik Informatika, yang meski mengalami kecelakaan sepeda motor beberapa hari sebelum tes tertulis, tetap berusaha datang untuk mengikuti rangkaian tes seleksi. Luka parah di salah satu bagian kakinya sehingga ia harus menggunakan tongkat untuk berjalan tidak membuat Edwina patah semangat. Dia tetap datang dan mengantri bersama peserta lainnya di pagi hari agar dapat mengikuti tes tertulis. “Dari dulu aku sudah pengen banget dapat Beswan Djarum ini dari pertama kali dengar tentang aktivitas-aktivitasnya. Pertama kali saya dengar dari TVC dan ada senior saya yang sudah pernah ikut tes untuk Beswan Djarum” ucap Edwina.

Edwina sendiri mengaku tidak ada persiapan khusus untuk menjalani tes seleksi Beswan Djarum yang ketat. “Aku tanya-tanya dulu pertama. Habis itu searching di google dan lihat video dan bertanya ke saudara yang orang psikologi tentang apa yang harus di siapkan. Kalau aku sih, menjadi diri sendiri dan lakukan yang terbaik saja. Motivasi aku adalah internal motivation” ungkapnya. Ketika ditanya harapannya untuk menjadi Beswan Djarum, Edwina menjelaskan; “Aku ingin mendapatkan wawasan lebih dalam untuk bisa membantu masyarakat Indonesia. Karena aku cenderung tertarik dengan seni dan budaya Indonesia, harapan aku bisa mengerti lebih jauh lagi soal bidang tersebut dan bagaimana caranya melestarikan seni dan budaya Indonesia”.

Sama halnya dengan Edwina, Naya Wastikirana, peserta tes seleksi dari Institut Seni Indonesia, jurusan Penciptaan Musik, mengaku mempersiapkan tes tertulis dengan banyak membaca pengalaman peserta dari tahun sebelumnya. “Aku mencari pengalaman Beswan Djarum sebelumnya di blogspot online dan melihat jenis-jenis tesnya dan tips - tips untuk mengerjakannya. Aku juga mengerjakan soal-soal TPA untuk latihan”. Setelah selesai mengerjakan tes tertulis Naya berkomentar: “Yang aku pikir akan susah malah sebenarnya tidak dan yang aku rasa seharusnya gampang malah terasa sulit. Tapi secara keseluruhan menurut aku sih lancar”.

Naya kemudian menjelaskan harapannya dengan mengikuti tes seleksi Beswan Djarum: “Sejujurnya aku mempunyai kelemahan dalam soft skills, terutama dalam public speaking. Aku yakin program Leadership Development Beswan Djarum akan sangat membantu aku dalam membangun titik kelemahan saya dalam hal tersebut untuk ke depannya nanti.” Melihat begitu ketatnya persaingan untuk menjadi Beswan Djarum, Naya menambahkan: “Besok di tahap interview aku akan mengeluarkan semua yang aku punya dan cerita-cerita yang aku tahu agar dan apa yang di tanya aku akan menjawab sebaik mungkin agar mereka bisa melihat the best of me.”

Hal yang sama juga dilakukan oleh Yudha Prawiro Wijoyo, juga dari Institut Seni Indonesia, jurusan Penciptaan Musik. Meski demikian menurut Yudha, persiapan mental jauh lebih penting. “Persiapan saya semuanya lebih di mental. Saya tidak belajar mengenai materinya terlalu banyak karna sebelumnya saya sudah pernah mengikuti psikotes semacam ini. Saya juga menyiapkan fisik dan sarapan yang cukup” ungkapnya. Ketika ditanya kenapa fisik itu penting? Yudha mengungkapkan: “Karna kalau tubuh kita sedang sakit, kita tidak bisa berpikir dengan baik; bisa pusing dan serba salah”. Ketatnya persaingan juga tidak mematahkan semangat Yudha untuk menjalani tes seleksi kali ini: “Saya akan berjuang untuk proaktif dengan cara menanggapi arahan dari para Pembina maupun teman-teman lainya dengan cara yang positif; tidak saling menjatuhkan. Penting juga bagi saya untuk tetap down to earth. Saya tidak mau terlihat sombong. Kita tetap mengikuti alur tapi juga mengeluarkan ide-ide dan juga aspirasi kita dengan cara yang sopan dan bisa disegani; tidak memandang sebelah mata dan juga tidak menjatuhkan satu sama lain” jelasnya kemudian.

Selamat berjuang untuk menjadi Beswan Djarum 2019/2020. Bangkit dan kejarlah mimpimu!

berita terkait

17 Juni - 24 Agustus 2019 Tes Seleksi Tertulis Djarum Beasiswa Plus 2019/2020 9 September 2019 Pengumuman Beswan Djarum 2019/2020