Berita

SUMBANGSIH MILLENIALS UNTUK NEGARA

Senin, 16 November 2020

Beberapa saat lalu, jagat maya diramaikan dengan pertanyaan sumbangsih apa yang diberikan kaum millenials untuk negara. Padahal dengan keunikan zamannya, corak perjuangan tiap pemuda berbeda-beda.

Pada artikel sebelumnya, telah dibahas potensi millenials dalam mewujudkan perubahan yang lebih baik. Kekuatannya berasal dari kemajuan teknologi, keterbukaan akses pendidikan, serta tingginya passion.

Masa muda seringkali digadang-gadang sebagai masa keemasan. Oleh sebab itu, hal yang dilakukan untuk menyiapkan bekal menjadi penentu. Hal ini yang diungkapkan oleh Puguh Ramos Swaradana Sirait, Beswan Djarum 2013/2014.

"Semasa masih menempuh pendidikan, carilah beasiswa yang membantu meraih tujuan akhirmu dan siap akan dunia yang keras. Itulah yang saya dapatkan dari Djarum Beasiswa Plus," tutur alumni Universitas Sumatera Utara tersebut.

Ramos, panggilan akrabnya, kini berprofesi sebagai arsitek. Ia memberanikan diri untuk mengejar impiannya yaitu membangun pariwisata di kawasan Danau Toba. Untuk mewujudkannya, Ramos telah belajar banyak hal.

Ia bergabung dengan konsultan arsitek internasional yang berpusat di Bali. Selama bergabung, Ramos telah terlibat dalam dua perencanaan resort di Yogyakarta dan Bali. Setelah itu, ia memberanikan diri untuk merintis kantor sendiri di daerah Toba.

Kini, Ramos terlibat dalam program untuk memajukan pariwisata di daerah Toba. tugasnya sebagai arsitek, tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik yang menunjang, tapi juga mempertimbangkan lingkungan.

Selain Ramos, banyak sosok millenials yang telah menunjukkan eksistensi dirinya dalam memperjuangkan perubahan yang lebih baik. Yuk kita bahas satu persatu!

Di bidang lingkungan, ada Beswan Djarum 2013/2014, Tantia Shecilia. Ia tergabung dalam WWF Indonesia dengan fokus program di Sumatera Tengah. Salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi Tantia ialah ketidakpedulian masyarakat akan isu lingkungan.

Dibutuhkan kreativitas dan kemahiran komunikasi untuk bisa menyukseskan kampanye pentingnya pencegahan kebakaran lahan gambut. 
"Selagi aku masih berada di bumi, aku akan terus menyelamatkan lingkungan dengan mengambil aksi nyata dan menyuarakan itu melalui berbagai pendekatan," tutur alumni Universitas Riau ini. Saat ini Tantia aktif berkampanye isu lingkungan kepada generasi muda melalui podcast. Podcast ini ia beri nama "Akar Gaharu" (https://anchor.fm/akargaharu).


Selanjutnya kita bisa berkenalan dengan millenials lain, Hafiz Budi Firmansyah, Beswan Djarum 2013/2014. Hafiz telah mendalami dunia riset dan menjadi peneliti sejak masih aktif kuliah. Saat ini ia menjadi peneliti dan dosen di Pusat Riset dan Inovasi Big Data Institut Teknologi Sumatera, Lampung.

Salah satu penelitian yang dikembangkan oleh Hafiz sebagai dosen Prodi Teknik Informatika, platform bidang financial technology bernama Angsur. Melalui Angsur, mahasiswa bisa belanja kebutuhan kuliah di e-commerce dengan membayar melalui angsuran berprinsip syariah.

Angsur telah mendapatkan sertifikat HAKI dan telah mendapatkan pendanaan tahap awal dari Kementerian Ristek DIKTI pada 2018 dan 2019 melalui program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi dan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi.

Lalu sosok millenials terakhir yang akan dibahas ialah Patricia Wahyu Haumahu yang biasa disapa Ayu. Beswan Djarum asal Universitas Diponegoro ini mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi data dan statistika di Amerika setelah tiga tahun bekerja di bidang tersebut.

Ayu sangat menikmati terjun ke dunia teknologi berbasis data ini. Ia bisa melihat masa depan data yang diolah sebagai Artificial Intelligence dapat digunakan dalam banyak hal. Mulai dari memprediksi penipuan, melihat keaslian produk, hingga untuk menyusun strategi bisnis yang efisien.

Sayangnya, hingga hari ini, bidang sciencetechnologyengineeringand math (STEM) masih didominasi oleh pria. Beranjak dari kenyataan itu, Ayu bervisi ingin membuka peluang lebih lebar lagi bagi perempuan di bidang STEM. Langkah awal yang akan dilakukan Ayu ialah membuka education channel dan membagi pengalamannya.

Ikuti terus media sosial resmi kami melalui: Instagram (@djarumbeasiswaplus), Facebook Page (Djarum Beasiswa Plus), Twitter (@BeswanDjarum) dan Youtube (Djarum Beasiswa Plus).

berita terkait

Tidak ada berita terkait