Berita

WRITING COMPETITION BESWAN DJARUM 2017/2018: AJANG ADU GAGASAN INOVATIF

Rabu, 10 Oktober 2018

Final nasional Writing Competition Beswan Djarum 2017/2018 yang diadakan di Jakarta pada 3-4 September 2018, menjadi panggung para finalis untuk meramu ide dan gagasan inovatif dengan beragam pelatihan soft skills yang mereka terima selama  menjadi Beswan Djarum. Karakter tangguh yang telah dilatih selama program Character Building dan kemampuan public speaking yang diasah selama program  Leadership Development menjadi bagian bekal para finalis untuk berhadapan dengan dewan juri.

Dalam waktu 20 menit, para finalis menyampaikan idenya dengan penuh percaya diri dan menarik perhatian. Finalis berlomba menampilkan presentasinya semenarik mungkin. Ada yang mengawalinya dengan pantun, lagu, bahkan puisi. Ide-ide yang ditampilkan para finalis sangat beragam. Namun semuanya memiliki cita-cita dan tujuan yang sama, yaitu memberi solusi bagi masalah-masalah yang banyak dihadapi bangsa Indonesia.

Verana Kartika Sari dari Universitas Diponegoro dengan esai “Wujudkan Indonesia Bebas Sampah 2020 dengan Strategi Reverse Logistic” terpilih menjadi Juara 1 Writing Competition Beswan Djarum 2017/2018 kategori Humaniora, Budaya, dan Ilmu Sosial.

“Banyak hal seru yang terjadi saat kompetisi,” ungkap Vera saat ditemui usai pengumuman pemenang. “Salah satu yang paling saya ingat adalah saat presentasi saya dikritisi oleh dewan juri regional. Namun justru dari situlah saya belajar, bahwa semua argumen harus punya dasar,” lanjutnya.

Berturut-turut sebagai Juara 2 dan 3 kategori ini adalah Aulia Rizki Nuraina dari Universitas Airlangga dan Farhanah Tamimiyah dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Sementara dari kategori Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, juri memilih Jowala Pamala Saga dari Institut Pertanian Bogor dengan esai “VertixPlant, Aplikasi Solusi Pertanian untuk Kids Zaman Now” sebagai Juara 1.

“Bangga rasanya bisa memenangkan kompetisi di mana semua pesertanya mempunyai kemampuan untuk memecahkan permasalahan yang ada. Saya sendiri memilih tema pertanian karena kita sama-sama tahu kalau Indonesia merupakan negeri agraris yang terkenal dengan pertaniannya,” jelas Jowala.

Jowala juga memaparkan pentingnya peran pembimbing dalam mengantarkannya menjadi juara nasional. “Bersama pembimbing, kita bisa mendapat banyak tambahan ide, saran, dan wawasan tambahan yang sangat membantu mengembangkan gagasan kita,” jelasnya.

Sebagai Juara 2 dan Juara 3 kategori ini adalah Anthony Johan dari Universitas Diponegoro dan Maria Roswita dari Universitas Tanjungpura.

Selamat untuk para pemenang Writing Competition Beswan Djarum 2017/2018. Semoga ini menjadi langkah awal bagi Beswan Djarum untuk memberi kontribusi positif dan mendukung cita-cita mewujudkan cita-cita Indonesia Digdaya.

berita terkait

11 Maret - 20 Mei 2019 Pendaftaran Online Djarum Beasiswa Plus 2019/2020 30 Maret - 31 Maret 2019 National Coaching Djarum Foundation for SMUN 2019 - 1st 12 April - 13 April 2019 National Coaching Djarum Foundation for SMUN 2019 - 2nd 2 Mei 2019 Final Regional Surabaya - Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019 2 Mei 2019 Final Regional Bandung – Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019 3 Mei 2019 Final Regional Jakarta – Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019 11 May - 12 May 2019 National Coaching Djarum Foundation for SMUN 2019 - 3rd 21 Mei & 22 Mei 2019 Final Nasional Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019 21 Mei - 31 Mei 2019 Seleksi Berkas Administrasi Djarum Beasiswa Plus 2019/2020 1 Juni - 16 Juni 2019 Pengumunan Seleksi Administrasi Djarum Beasiswa Plus 2019/2020 18 May - 19 May 2019 National Coaching Djarum Foundation for SMUN 2019 - 4th 26 May - 27 May 2019 National Coaching Djarum Foundation for SMUN 2019 - 5th 17 Juni - 24 Agustus 2019 Tes Seleksi Tertulis Djarum Beasiswa Plus 2019/2020 9 September 2019 Pengumuman Beswan Djarum 2019/2020