Profil alumni

Pratiwi Cristin Harnita

Akademisi dan Konsultan Komunikasi
Di salah satu universitas

Beswan Djarum 2006/2007

Pada tahun 2007 saya tidak pernah berpikir mendapat kesempatan untuk bisa menjadi bagian dari keluarga besar Beswan Djarum. Hanya karena ketidaksengajaan melihat poster di kampus, saya tertarik untuk bisa mendaftar, waktu itu saya hanya berpikir "apa saya bisa?" mengingat IPK saya paling minimal di batas bawah syarat pendaftaran. Lalu saya tetap melihat peluang, walau tampaknya kecil. Bayangkan saja bersaing dengan mahasiswa yang memiliki IPK jauh lebih tinggi, membuat saya merasa insecure. Saya melihat pentingnya program pelatihan soft skills yang ditawarkan di Djarum Beasiswa Plus yang tidak banyak diajarkan di dalam kampus. Setelah melewati serangkaian tes seleksi akhirnya kesempatan itu datang pada saya.

Saya tidak menyangka menjadi Beswan Djarum itu memiliki nilai lebih dibanding kebanyakan beasiswa lainnya. Tak hanya dibantu secara finansial, pribadi saya diubah total menjadi seseorang yang siap di dunia profesional. Saya juga diberi kesempatan untuk berkarya, bersaing dan juga mendapatkan pelatihan tentang kepemimpinan dan komunikasi. Saya yang biasanya tidak percaya diri menjadi memahami siapa diri saya. Saya yang tidak pernah mengikuti kompetisi bisa menjadi juara di beberapa ajang Beswan Djarum. Dan tentunya bertemu dengan teman-teman berprestasi dari seluruh Indonesia memberi semangat yang positif untuk bersama-sama menjadi pribadi yang unggul.

Sebelumnya saya tidak pernah tahu bahwa saya memiliki kemampuan menulis namun suatu ketika dalam pelatihan, saya diajarkan untuk bisa membuat layout. Hal itu saya praktikkan dan akhirnya, saya bisa memenangkan Writing Competition 2008/2009 dan Kompetisi Blog Beswan Djarum  di tahun 2010. Inilah hebatnya Djarum Beasiswa Plus. Sebelumnya saya tidak menyadari potensi diri, namun Djarum Beasiswa Plus mampu membukakan banyak pemikiran dan wawasan karena saya dibawa bertemu dengan orang-orang hebat. Saya juga sebelumnya terbiasa menjadi ekor, tidak pernah memimpin. Di Djarum Beasiswa Plus saya bisa mendapat kesempatan memimpin sebuah tim. Saya dipilih menjadi humas, dan dari situ saya belajar tentang bagaimana membangun relasi, membuat event, dan berbicara dengan media. Pengalaman ini sangat penting di dunia kerja yang saya jalani, dimana saya sempat menjadi humas di beberapa perusahaan.

Saat ini saya bekerja sebagai akademisi di salah satu universitas dan konsultan di bidang Komunikasi serta IT.  Selain mengajar saya juga menjadi tim ahli untuk pemerintah. Ilmu yang saya dapatkan dari Djarum Beasiswa Plus semuanya terpakai dalam pekerjaan saya. Lebih jauh lagi, beberapa ilmu yang saya dapatkan saya tularkan kepada mahasiswa agar mereka pun siap memasuki dunia kerja. Seperti saya dulu dipersiapkan di Djarum Beasiswa Plus. Lebih jauh lagi, beberapa kegiatan di Djarum Beasiswa Plus saya adopsi untuk bisa diterapkan di kampus. 

Djarum Beasiswa Plus tak hanya sekedar beasiswa tetapi ruang pembelajaran yang hidup. Saya merasa bangga boleh belajar bersama orang-orang hebat dan saya beruntung karena menjadi Beswan Djarum merupakan titik balik masa muda saya.

1 Juli - 10 September 2021 Tes Interview Online 20 September 2021 Pengumuman Seleksi Beswan Djarum 2021/2022