Profil alumni

Reinhardt Graciano Rongre

Mahasiswa
Bandung

Beswan Djarum 2012/2013

 'Tantangan Kini Menjadi Sahabat Saya'

Bagi saya, tantangan adalah sesuatu yang membuat hidup menjadi lebih menarik. Menghadapi tantangan berarti mencari makna dalam hidup ini.

Kini, lebih banyak orang mengenal saya bukan karena saya menjadi seorang artis terkenal, melainkan karena saya telah menjalin jauh lebih banyak pertemanan. Pertemanan dengan teman se-kampus, juga dari berbagai daerah di Indonesia bahkan negara lain. Ya, saya bertemu dengan orang-orang hebat seperti mereka dari salah satu program terbaik di negeri ini, apalagi kalau bukan Djarum Beasiswa Plus. Mereka adalah mahasiswa pilihan yang datang dari seluruh daerah di Indonesia.

Saat ini saya menjadi sosok yang lebih percaya diri. Itu semua berkat pelatihan soft skills yang diberikan Djarum Beasiswa Plus ketika saya menjadi Beswan Djarum. Saya Reinhardt Graciano Rongre, akrab dipanggil dengan sapaan Reinhardt atau Ano saja. Saya berani memastikan, Ano yang sekarang adalah seorang yang percaya diri, berpikiran positif, yakin dalam menentukan pilihan dan mengambil keputusan, juga tidak lagi takut dalam menghadapi tantangan.

Beruntung sekali, saya dianugerahkan kesempatan luar biasa untuk menjadi penerima Djarum Beasiswa Plus. Tepatnya, tahun 2012 lalu predikat Beswan Djarum—sebutan bagi penerima Djarum Beasiswa Plus resmi dikalungkan di leher saya yang kurus dan tinggi. Ya, itulah kata-kata yang menggambarkan postur tubuh saya.

Saya ingin bercerita sedikit tentang masa kecil saya yang menyenangkan. Tumbuh dan besar di era perkembangan teknologi yang berkembang pesat, kegiatan sehari-hari saya isi dengan banyak bermain di alam, aktif di ruang terbuka, dan mengakrabkan diri dengan semua orang di lingkungan saya. Kecakapan teknologi berhasil membuat saya menikmati kemajuan dunia, menyerap wawasan terbaru, dan cepat mengakses bahasa asing. Salah satunya dapat tersalurkan pada hobi menonton film. Sejak kecil telah banyak film yang saya nikmati, tidak hanya lokal tetapi juga film dari mancanegara. Saya belajar banyak dari sana, ya meskipun saya belum pernah mengunjungi salah satu dari negara yang menjadi latar film tersebut. Itulah masa kecil saya.

Lulus SMA, saya diterima menjadi mahasiswa jurusan Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB). Saya pun hijrah dari kota metropolitan Jakarta ke kota Bandung dengan harapan dapat mengubah pola pikir saya serta pandangan orang lain terhadap citra diri saya. Di tanah rantauan, saya siap menjadi Ano yang baru. Di kota yang dijuluki Kota Kembang itu, saya bertemu teman-teman baru yang menyimpan beragam minat dan visinya. Saya pun mulai intensif menjalin komunikasi dengan mereka. Menerjunkan diri untuk berorganisasi di dalam dan luar kampus pun saya jajaki. Satu persatu keberuntungan pun mulai menyapa saya. Di kampus ini saya mulai menerapkan soft skills dalam praktik berorganisasi. Saya bahkan mulai berani ikut berbagai kegiatan di luar organisasi kampus. Hasilnya, secara berangsur-angsur kecanggungan menghadapi hal baru tak lagi muncul.

Satu yang paling beruntung adalah ketika saya memperoleh informasi program beasiswa yang diselenggarakan oleh Djarum Foundation. Sebuah keberuntungan yang mungkin hanya sebuah kebetulan awalnya.

Tanpa menguras waktu untuk berpikir panjang, saya putuskan untuk mengikuti Djarum Beasiswa Plus tersebut. Tujuan saya hanya satu kala itu, agar dapat membantu meringankan beban orangtua. Melangkahkan tekad jauh dari rumah dan melepas orangtua demi segudang prestasi, rela saya tempuh.

Itulah saya, selalu berpikir sesederhana itu. Dengan mengikuti program Djarum Beasiswa Plus ini, saya menggenggam impian di kepalan tangan saya–saya ingin sukses. Sebab, saya yakin, tidak hanya materi berupa biaya pendidikan yang akan saya dapatkan dari program beasiswa unggulan negeri tersebut. Beragam ilmu, wawasan, pengalaman sudah tentu akan saya pelajari di sana. Ternyata benar, pelatihan-pelatihan soft skills dibekali kepada kami para peserta.

Tuhan mengabulkan doa terbesar saya saat itu, saya terpilih sebagai penerima Djarum Beasiswa Plus 2012/2013, saya pun resmi menyandang gelar Beswan Djarum. Yang saya tahu, Djarum Beasiswa Plus ingin menyampaikan misi yang sangat gemilang, yakni mempersiapkan pemimpin masa depan yang tidak hanya terbaik dalam bidang akademik, tetapi juga secara karakter dan kepribadian.

Misi tersebut diwujudkan dalam bentuk pelatihan tiga soft skills, yaitu Character Building, Leadership Development, dan International Exposure.

Character Building yang pertama menjadi bekal terpenting saya dalam menjalani karier sukses sebagai Ano yang berani dalam menentukan pilihan dan mengambil keputusan terbaik.

Manfaat dari soft skills tersebut langsung dapat saya terapkan, salah satunya saya mampu bergerak lebih aktif di setiap organisasi kampus. Kemampuan berorganisasi saya pun terasah dengan matang. Bahkan, beberapa teman mengapresiasi keandalan saya ketika memimpin sebuah organisasi.

Leadership Development sangat terasa manfaatnya setelah saya lulus kuliah, tepatnya ketika memasuki dunia kerja. Pengalaman sebagai Beswan Djarum ini telah banyak membantu profesi saya sebagai seorang engineer di sebuah perusahaan energi internasional. Salah satunya, memudahkan saya untuk beradaptasi dengan rekan baru dan pimpinan saya di perusahaan. Tugas dan pekerjaan apa pun dan dalam taraf kesulitan seberapa pun, saya mampu menanganinya. Penerapan soft skills leadership development sungguh berguna bagi kesuksesan karier saya ke depannya.

Tidak hanya dalam dunia kerja, leadership development juga mempermudah saya dalam berinteraksi dengan teman-teman dari mancanegara. Hal ini pun tentunya dapat memupuk hobi saya untuk belajar berbagai bahasa asing, travelling, dan berjejaring dengan mereka.

Soft skills lainnya adalah International Exposure. Berkat pelatihan soft skillsini, saya terpilih menjadi salah satu dari 10 orang delegasi Beswan Djarum yang berpartisipasi di London International Model United Nations 2014. Tidak perlu lagi khawatir dalam menerima kesempatan emas sekaligus tantangan seperti ini, saya siap untuk berangkat ke negara di benua Eropa itu. Di sana, kemampuan saya beradaptasi dengan lingkungan baru semakin berkembang. Lagi, keajaiban kembali menyentuh kedua pipi saya, saya berhasil meraih kemenangan sebagai Best Position Paper in LIMUN’s UNESCO di kota yang terkenal dengan menara jam raksasanya itu.

National Training dari Djarum Beasiswa Plus saya jadikan kunci sukses untuk meraih Best Position Paper in UNESCO Chamber. Dalam kompetisi itu, kemampuan berdiplomasi saya diuji dan ditandingkan dengan delegasi terbaik dari seluruh dunia. Betapa bangganya saya kala itu. Kepercayaan dirilah yang menyokong saya untuk mengatakan bahwa saya bisa memimpin blok suatu negara dan menghasilkan resolusi terbaik di dunia.

Indahnya pengalaman menjadi Beswan Djarum tak akan luput dari rekaman jejak hidup saya. Kini, saya ingin berbagi keindahan tersebut untuk kalian calon Beswan berikutnya. Satu pesan saya: 'Jadilah seorang yang percaya diri dan selalu bangga menjadi diri sendiri. Nantikan dan sambut kesuksesanmu di depan mata.'

Salam Beswan Djarum !

8 April 2017 - 24 Mei 2017 Pendaftaran Djarum Beasiswa Plus 2017/2018