<< Kembali

2019-10-08 08:00:00

BESWAN DJARUM REKATKAN RASA NASIONALISME DAN KEBINEKAAN MELALUI NATION BUILDING

Nasionalisme dan kesadaran kebinekaan terhadap kemajemukan bangsa merupakan fondasi bagi generasi muda agar bangsa Indonesia menjadi digdaya di masa yang akan datang. Hal ini mendasari Bakti Pendidikan Djarum Foundation kembali menyenggarakan Nation Building, rangkaian soft skills yang mengajak para Beswan Djarum (sebutan bagi penerima program Djarum Beasiswa Plus), untuk lebih memahami keberagaman bangsa dan semakin merekatkan rasa cinta terhadap Ibu Pertiwi.

Tahun ini, Nation Building yang merupakan puncak pembekalan keterampilan lunak bagi Beswan Djarum 2018/2019, diadakan selama 5 hari di Semarang, Jawa Tengah. Tak kurang, sebanyak 465 Beswan Djarum yang berasal dari 89 perguruan tinggi di Indonesia ambil bagian dalam rangkaian kegiatan ini.

Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Primadi H. Serad mengatakan penyelenggaraan Nation Building bertujuan agar para Beswan Djarum tidak hanya pandai dalam urusan akademik semata, tapi juga memahami intisari dan hakekat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Nation Building bertujuan memberikan wawasan kebangsaan bagi Beswan Djarum yang komprehensif sehingga bisa menjadi filter terhadap informasi dan pemikiran yang dapat memecah belah bangsa ini. Dengan Nation Building pula, diharapkan Beswan Djarum bisa mengenal keunggulan bangsa dan menjadikannya daya saing di tingkat global sehingga Indonesia bisa menjadi bangsa besar yang bermartabat,” ujar Primadi.

Dengan misi mengokohkan persatuan dan kesatuan bangsa, rangkaian acara Nation Building dikemas dalam beberapa sesi seperti Talkshow & Diskusi Kebangsaan, dan Cultural Visit untuk mengenal kearifan bangsa. Rangkaian Nation Building ditutup dengan Malam Dharma Puruhita, yaitu pementasan yang melibatkan seluruh Beswan Djarum. Tahun ini, Malam Dharma Puruhita mengambil tema Bara Bumi Garuda.

Dipandu oleh Rosiana Silalahi (Pemimpin Redaksi Kompas TV), sesi Talkshow Interaktif & Diskusi Kebangsaan bertema Karya Nyata Anak Bangsa, hadir sejumlah tokoh masyarakat yaitu Sikdam Hasim Gayo (aktivis penyandang disabilitas pertama aktivis Penyandang disabilitas Pertama Indonesia yang berhasil menerima Penghargaan International Awards for Young People dari Pangeran Edward, Kerajaan Inggris, di tahun 2015). Hadir juga Anggi Valentinata Goenadi, seorang Socialpreneur dan inisiator Kampong Aren Berdaya Ramah Disabilitas di Bontang, Kalimantan Timur yang juga merupakan Alumni Beswan Djarum 2008/2009 dari Universitas Brawijaya. Kemudian Ir. Budiono Kartohadiprodjo Ketua Umum Korps Menwa Indonesia.

Mereka memaparkan pandangannya mengenai banyaknya serangan terhadap jati diri bangsa di era modernisasi saat ini. Menceritakan pengalamannya, tokoh-tokoh ini juga menginspirasi Beswan Djarum untuk lebih cerdas dan bijak menyikapi keadaan ini.

“Diskusi Kebangsaan akan memperkuat Beswan Djarum sebagai sosok yang memiliki karakter cerdas, bijak dan bertanggung jawab sehingga dapat menjaga nilai-nilai luhur Pancasila dalam masyarakat. Khususnya di era saat ini di mana nilai-nilai tersebut mulai luntur di hati generasi muda karena pesatnya perkembangan zaman,” terang Primadi.

Melengkapi Talkshow dan Diskusi Kebangsaan, Para Beswan Djarum juga terlebih dahulu mengikuti Cultural Visit/Kunjungan Budaya ke kota Kudus, Jawa Tengah. Kunjungan budaya ini bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada Beswan Djarum atas keragaman budaya dan catatan sejarah sebagai ruang akulturasi budaya, agama, ekonomi dan sejarah. Dengan Cultural Visit ini juga para Beswan Djarum dilatih untuk menghayati dan menghargai kebinekaan Indonesia.

Puncak rangkaian kegiatan Nation Building 2019 ditandai dengan pementasan Malam Dharma Puruhita. Para Beswan Djarum kembali melakonkan peran dalam pementasan kolosal kesenian dan budaya dalam bentuk drama, tari, dan musik.

“Dengan pementasan di Malam Dharma Puruhita, tentunya para Beswan Djarum bisa menghayati kebesaran bangsa ini. Sehingga seolah-olah mereka merasakan perjuangan para pahlawan di masa lalu dalam memerdekakan dan menjadi bagian dalam perjalanan Indonesia,” tutur Primadi.

Pelatih profesional kembali terlibat di antaranya pengarah seni Denny Malik Ia didampingi tim pelatih vokal Reza the Groove, pelatih paduan suara Dipo Voice, serta tim musik pendukung dengan arahan Aryo Adhianto.

Dedikasi Memajukan Dunia Pendidikan Tanpa Henti
Djarum Beasiswa Plus adalah program beasiswa yang dilengkapi dengan pelatihan keterampilan lunak atau soft skills. Para Beswan Djarum memperoleh berbagai pelatihan seperti Character Building, Leadership Development, Nation Building, Competition Challenges, International Exposure serta kegiatan Community Empowerment.

35 tahun sudah Djarum Foundation melalui program Djarum Beasiswa Plus, mendedikasikan diri demi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Dirintis sejak tahun 1984, program ini sudah memberikan beasiswa kepada 10.820 mahasiswa berprestasi di lebih dari 121 perguruan tinggi unggulan di 34 provinsi di Indonesia.

Untuk mendapatkan program ini, mahasiswa harus melawati berbagai tahapan seleksi. Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,00 pada akhir semester IV, mengikuti serangkaian tes untuk melihat kemampuan berpikir kritis, yang meliputi: seleksi administrasi, tes tulis, uji kinerja berkelompok, serta wawancara. Yang tidak kalah penting, mereka tidak hanya memiliki prestasi akademis, namun juga harus aktif berorganisasi.

"Beswan Djarum ditempa untuk menjadi manusia Indonesia yang tangguh, disiplin, mandiri, dan memiliki wawasan masa depan sebagai calon pemimpin bangsa yang cakap secara intelektual dan emosional. Merekalah bibit-bibit perubahan yang akan membawa nama harum bangsa Indonesia di dunia Internasional," tutup Primadi H. Serad.