<< Kembali

2017-05-15 11:51:08

DELEGASI DJARUM FOUNDATION MERAIH SUKSES DI ROME MODEL UNITED NATIONS 2017

Kabar baik datang dari Eropa!

Delegasi Djarum Foundation telah mengikuti kompetisi Rome Model United Nations (Rome MUN) 2017 pada 11-14 Maret 2017. Selama empat hari berkompetisi, 10 anggota delegasi yang terdiri dari Beswan Djarum 2015/2016 berhasil meraih penghargaan dan membawa nama bangsa di hadapan dunia.

Evan Noorsaid bersama Raissa Yurizzahra, serta Jonathan Evan Halim yang bekerjasama dengan Narosu Siregar berhasil mendapatkan penghargaan Best Delegation di komisi United Nations Security Council (UNSC) serta Food and Agriculture Organization (FAO). Sementara itu, Teddy Ariyadi bersama Alicia Weley mendapatkan apresiasi berupa Verbal Commendation dari pimpinan sidang. Di komite The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), performa Aditya Cleverina dan Karina Boendoro mendapatkan pujian dari pemimpin komite.

Model United Nations (MUN) adalah salah satu kompetisi simulasi sidang Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) terbesar di dunia. Rome MUN 2017 merupakan edisi ke sembilan dari Rome MUN yang mendapatkan dukungan banyak institusi internasional terkemuka seperti World Food Programme, World Bank, Apple Company dan masih banyak lagi. Ajang ini dihadiri oleh lebih dari 2000 delegasi dari seluruh dunia serta banyak tamu-tamu kehormatan seperti Duta Besar dari berbagai Negara dan menjadi ajang membangun pendekatan inovatif yang mendukung keterlibatan pemuda dalam menghadapi berbagai isu internasional.

Pada ajang Rome MUN 2017 lalu, delegasi Djarum Foundation berperan mewakili beberapa negara yang terlibat dalam simulasi sidang berbagai komite PBB. Dengan begitu, Beswan Djarum ditantang untuk menyusun solusi terhadap suatu isu global sekaligus mewakili kepentingan negara yang diwakili.

Sebelum berangkat ke Rome MUN 2017, para delegasi mendapatkan pelatihan yang dilangsungkan dalam empat periode, yakni setiap akhir pekan selama bulan Februari. Dengan pelatihan ini, para delegasi Djarum Foundation diharapkan mampu memaksimalkan pelatihan dan ilmu yang didapat. Dimulai dengan pengenalan mengenai MUN, mereka mendalami sistem organisasi yang berjalan di PBB hingga melakukan simulasi sidang sesuai dengan apa akan dijalani para delegasi di Roma. Delegasi Djarum Foundation belajar membangun keahlian dalam melakukan riset, penulisan draft resolusi, melakukan lobi dan membangun kecakapan berbicara di depan umum (public speaking). Mereka juga diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan debat yang dinamis dan yang terpenting dapat memupuk seni negosiasi terutama saat mereka harus mewakili kepentingan negara lain pada saat sidang umum (General Assembly) berlangsung. Perpaduan antara pemberian materi teoritis di dalam kelas dan simulasi sidang menjadi bekal tambahan agar Beswan Djarum memiliki kemampuan soft skills yang lebih tajam untuk tampil di kancah internasional.

Di Rome MUN 2017, dalam tiap komite keaktifan serta kepekaan delegasi terhadap topik sangatlah penting. Selain itu, mereka juga dituntut bekerjasama baik dalam kelompok delegasi serta kelompok komisi demi menghasilkan solusi yang terbaik, yakni solusi yang dapat diterapkan di seluruh negara dan mampu menyelesaikan permasalahan internasional hingga ke akar permasalahan.

Tak hanya ikut serta dalam simulasi sidang berbagai komite PBB, selama kegiatan delegasi Djarum Foundation juga berkesempatan menjaring relasi dengan delegasi dari seluruh dunia. Mereka memanfaatkan kesempatan langka ini untuk bertukar pikiran tentang isu internasional yang saat ini ramai dibicarakan. Meskipun bertemu dengan perwakilan dari negara-negara maju, Beswan Djarum tidak canggung bersosialisasi dan saling bertukar pengalaman berharga.

Kesungguhan tekad dan kerja keras para delegasi Djarum Foundation pun terbayar di hari terakhir konferensi. Delegasi Djarum Foundation untuk Rome MUN 2017 berhasil mendapatkan beberapa penghargaan yang diumumkan saat Awarding Session. Berikut daftar lengkap penerima penghargaan di Rome MUN 2017:      

  1.       Evan Noorsaid (jurusan Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran) dan Raissa Yurizzahra Azaria Harris (jurusan Hukum dari Universitas Gadjah Mada) mendapatkan penghargaan Best Delegation di United Nations Security Council (UNSC),
  2.       Jonathan Evan Halim (jurusan Akuntansi dari Universitas Andalas) dan Narosu Siregar (jurusan Arsitektur dari Universitas Sumatera Utara) mendapatkan penghargaan Best Delegation di Food and Agriculture Organization (FAO),
  3.       Teddy Ariyadi Setiyanto (jurusan Teknik Sipil dari Universitas Mulawarman) dan Alicia Beverly Weley (jurusan Management and International Business Administration dari Universitas Sam Ratulangi) mendapatkan Verbal Commendation di United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), dan
  4.       Aditya Very Cleverina (jurusan Hubungan Internasional dari Universitas Negeri Sebelas Maret) dan Karina Ratnaputri Boendoro (jurusan Hubungan Internasional dari Universitas Katolik Parahyangan) mendapatkan pujian dari pemimpin sidang di United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Penghargaan yang diraih merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang berbagi visi dengan Djarum Foundation guna membantu mewujudkan Indonesia yang digdaya.

Beswan Djarum telah secara langsung bermitra sekaligus berkompetisi dengan delegasi dari berbagai negara lain. Menunjukkan kerja keras menyusun strategi dan taktik selama kompetisi, termasuk tentunya riset data dan fakta agar mampu menghasilkan sebuah solusi yang akan berdampak nyata pada dunia.

Bekal pelatihan soft skills yang mereka dapat dari Djarum Foundation melatih kemampuan mereka untuk berpikir kritis, berani, teliti pada data dan fakta, percaya diri dalam berkomunikasi dan bernegosiasi.

Selamat atas kerja keras dan usaha yang telah dilakukan kesepuluh delegasi Djarum Foundation dalam ajang Rome MUN 2017! Semoga ketekunan mereka dapat menjadi inspirasi mengembangkan diri dan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi bangsa dan mewujudkan Indonesia digdaya.