<< Kembali

2019-08-12 00:00:00

MENYELARASKAN HARD SKILLS DENGAN SOFT SKILLS MELALUI DJARUM BEASISWA PLUS

Daya tarik Djarum Beasiswa Plus dan yang membedakannya dari beasiswa lainya adalah selain memberikan dana beasiswa, ternyata pelatihan soft skills yang diberikan selama satu tahun menjadi alasan nomor satu bagi para mahasiswa yang ingin menjadi Beswan Djarum. Beberapa peserta tes seleksi di Semarang dan Surabaya mengungkapkan hal tersebut. Meski tes seleksi Djarum Beasiswa Plus sangat ketat dan kompetitif para peserta tetap memiliki motivasi yang tinggi untuk memberikan yang terbaik selama seleksi berlangsung.

“Saya sangat tertarik dengan pelatihan soft skills yang diberikan oleh Djarum Beasiswa Plus. Saya yakin soft skills tersebut akan membentuk mental dan juga critical thinking saya. Tentunya pelatihan tersebut akan menjadi bekal berharga di dunia kerja nanti. Selain itu saya juga sangat tertarik untuk membentuk relasi baru yang nantinya dapat menambah wawasan saya dan sebaliknya”, ucap Fika Julian Kristianto dari Universitas Diponegoro. Mahasiswi jurusan Administrasi Bisnis tersebut menyatakan bahwa dari semua pelatihan soft skills yang bisa didapatkan sebagai Beswan Djarum, pelatihan Character Building-lah yang paling ingin dia ikuti. “Saya merasa pengalaman saya tentang kerasnya dunia kerja nanti masih sangat minim. Saya berharap apa yang saya bisa dapatkan di Character Building akan dapat membantu saya untuk memiliki mental yang lebih kuat dalam menghadapi dunia profesional nantinya”.

Di sisi lain, Muhammad Thasya Yosecha, yang akrab dipanggil Yosecha, peserta dari Universitas Airlangga, Jurusan Manajemen mengungkapkan pendapatnya tentang kenapa pelatihan soft skills lebih berharga dibanding bantuan finansial yang juga di dapatkan oleh penerima Djarum Beasiswa Plus. “Kalau soft skills istilahnya didapatkan untuk jangka panjang. Kalau finansial kan kita masih bisa dapat dari orang tua atau dengan mengikuti berbagai lomba. Kalau soft skills ya memang dibutuhkan untuk bekal masa depan. Karena di program beasiswa lain belum tentu ada”, ucap Yosecha.

Senada dengan Fika dan Yosecha, Nindya Putri Aditya dari Universitas Negeri Semarang pun mengincar pelatihan soft skills juga. “Saya tahu bahwa dari pelatihan tersebut saya pasti dapat meningkatkan jiwa kepemimpinan dan juga kerja sama tim”, tutur mahasiswi jurusan ilmu hukum ini. Nindya pun semakin tertarik untuk mengikuti program Leadership Development yang diberikan kepada Beswan Djarum. Setelah melewati Group Assignment Test (GAT), Nindya juga mengungkapkan: “Menurut saya GAT ini sangat membantu kita dalam mengasah leadership skills masing-masing dan juga kemampuan untuk bekerja sama dalam sebuah kelompok. Saya rasa dari game pertama sampai terakhir, chemistry tim kami berubah drastis. Saya jadi sangat menghargai pelajaran ini dan pastinya akan saya terapkan terus pelajaran yang telah saya dapati hari ini. Sebagai ketua UKM di kampus dan juga sebagai ketua divisi di UKM yang berbeda, saya sangat tertarik dengan Leadership Development agar saya bisa mewakili organisasi dengan baik. Saya merasa butuh pelatihan secara langsung sebab selama ini saya menjadi leader hanya berdasarkan pengalaman saya sendiri”, lanjut Nindya.

Pengalaman berbeda dimiliki oleh Nathaniel Niko Setiawan, mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi dari Universitas Katolik Soegijapranata tentang pentingnya jejaring. Niko bercerita bahwa dia berpengalaman membantu bisnis kasur busa yang dimiliki keluarganya sambil kuliah dan ia pun termotivasi untuk menjadi Beswan Djarum untuk menambah relasi yang ke depannya mungkin dapat membantunya membesarkan bisnis keluarganya. “Sebagai seseorang yang ingin menjadi pengusaha, motivasi saya adalah mencari relasi dari seluruh penjuru Indonesia. Tentunya Beswan Djarum tidak hanya terdiri dari mahasiswa dari kota Semarang saja, saya yakin pasti saya akan mendapatkan relasi dari berbagai kota dari seluruh Indonesia yang siapa tahu ke depannya dapat membantu saya dalam membangun usaha yang saya miliki”, lanjut Niko. Meski awalnya, Niko sempat takut tidak direstui orang tuanya untuk mengikuti Beswan Djarum sebab akan bertentangan dengan kewajibannya dalam membantu bisnis orang tuanya tersebut. Namun, ternyata keluarganya justru sangat mendukung sebab mereka menilai menjadi Beswan Djarum adalah sesuatu kesempatan yang tidak akan datang dua kali.

Ternyata bukan hanya pelatihan soft skills yang menarik bagi para peserta seleksi. Dari seleksi Djarum Beasiswa Plus di kota Surabaya, ada Sakinah, mahasiswa Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota dari Institut Teknologi Sepuluh November juga menuturkan keinginannya untuk ikut serta dalam kompetisi yang ditawarkan bagi Beswan Djarum. “Yang saya tahu ada program International Exposure dan Vlog Competition, saya juga tertantang untuk mengikuti Writing Competition. Semua ini untuk mengasah kemampuan Beswan Djarum agar kritis dalam menulis dan kritis berbicara di media sosial (nge-vlog)”, ucap Sakinah. Kompetisi yang di maksud merupakan sebuah tantangan eksklusif yang hanya bisa didapatkan dengan menjadi Beswan Djarum.

Sepertinya hampir semua peserta tes seleksi Djarum Beasiswa Plus menyadari bahwa bukan cuma hard skills saja yang penting, namun soft skills dan networking juga tak kalah penting buat masa depan. Soft skills dan networking juga sangat mendukung dan berpengaruh di dunia kerja dan di kehidupan sehari-hari. Ayo tetap semangat buat kamu yang ingin menjadi Beswan Djarum selanjutnya!