<< Kembali

2017-05-15 11:47:40

BEKAL BERKANCAH DI AJANG TINGKAT DUNIA MELALUI PROGRAM INTERNATIONAL EXPOSURE

Djarum Foundation melalui program Djarum Beasiswa Plus senantiasa konsisten pada visinya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Bermuara pada dukungan menciptakan calon pemimpin masa depan yang cakap secara intelektual maupun emosional, Djarum Foundation memfasilitasi Beswan Djarum dengan berbagai program pelatihan soft skills, termasuk didalamnya program International Exposure. Program ini bertujuan untuk mendukung Beswan Djarum dalam meraih prestasi mengharumkan nama bangsa melalui berbagai kegiatan kompetisi berskala internasional.

Program ini dimulai pertama kali pada tahun 2013. Saat itu, Djarum Foundation mengirimkan delegasi ke Harvard Model United Nations (HMUN) 2013 di Boston, dilanjutkan dengan partisipasi di ajang London International Model United Nations (LIMUN) 2014 di London, Harvard World Model United Nations (HWMUN) 2015 di Korea Selatan, serta European Model United Nations (EuroMUN 2016) di Maastricht, Belanda. Pada rangkaian Model United Nations yang telah diikuti sebelumnya, delegasi Djarum Foundation telah mendapatkan berbagai penghargaan seperti Best Position Paper di LIMUN 2014, Best Social Venture Award di HMUN 2015, dan Honorable Mention di EuroMUN 2016. Model United Nations (MUN) adalah kompetisi simulasi sidang Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang banyak diadakan di berbagai negara.

 

Dilakukan setelah mengikuti rangkaian pelatihan soft skills utamadari Djarum Foundation, program International Exposure menjadi salah satu kulminasi bagi Beswan Djarum untuk mengaplikasikan berbagai pelatihan soft skills yang telah diterima.

 

Delegasi Djarum Foundation untuk International Exposure 2017 berasal dari berbagai jurusan dan Perguruan Tinggi yang berbeda, serta mewakili Beswan Djarum angkatan 2015/2016 untuk Rome Model United Nations (Rome MUN) pada 11-14 Maret 2017 di Roma, Italia. Rome MUN adalah salah satu kompetisi MUN yang paling besar di dunia dan selalu diadakan di kota Roma,Italia. Delegasi Djarum Foundation tersebut adalah:  

  1. Evan Noorsaid (jurusan Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran) sebagai Head of Delegation,
  2. Raissa Yurizzahra Azaria Harris (jurusan Hukum dari Universitas Gadjah Mada),
  3. Jonathan Evan Halim (jurusan Akuntansi dari Universitas Andalas),
  4. Narosu Siregar (jurusan Arsitektur dari Universitas Sumatera Utara),
  5. Aditya Very Cleverina (jurusan Hubungan Internasional dari Universitas Negeri Sebelas Maret),
  6. Karina Ratnaputri Boendoro (jurusan Hubungan Internasional dari Universitas Katolik Parahyangan),
  7. Teddy Ariyadi Setiyanto (jurusan Teknik Sipil dari Universitas Mulawarman),
  8. Alicia Beverly Weley (jurusan  Management and International Business Administration dari Universitas Sam Ratulangi),
  9. Satria Adi Nugraha (jurusan Teknik Kelautan dari Institut Teknologi Bandung), dan
  10. Hani Mega Rentha (jurusan Teknik Kelautan dari Institut Teknologi Sepuluh November).

 

Sebagai bagian dari persiapan, rangkaian Pelatihan Nasional dilakukan pada Februari 2017 di Jakarta.

Adrian Hadinata selaku Pembina Beswan Djarum membuka pelatihan tersebut pada 4 Februari 2017 dan berpesan agar para delegasi memanfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin. “Berlatihlah sebaik mungkin agar kalian siap membawa nama bangsa di hadapan dunia.”

Pelatihan dilangsungkan dalam empat periode yang dilakukan setiap akhir pekan selama bulan Februari. Dengan pelatihan ini, para delegasi Djarum Foundation diharapkan mampu memaksimalkan pelatihan dan ilmu yang didapat dari pelatihnya, Matthew Hanzel.  Dimulai dengan pengenalan mengenai MUN, mereka mendalami sistem organisasi yang berjalan di PBB hingga melakukan simulasi sidang sesuai dengan apa akan dijalani para delegasi di Roma. Perpaduan antara pemberian materi teoritis di dalam kelas dan simulasi sidang menjadi bekal tambahan agar Beswan Djarum memiliki kemampuan soft skills yang lebih tajam untuk tampil di kancah internasional.

Anggota Delegasi Raissa Yurrizahra menuturkan, "Pelatihan Nasional dari Djarum Foundation ini mengajarkan kami lebih mendalami public speaking, melakukan riset, serta membuat penulisan terkait Model United Nations. Pengalaman berharga saya adalah sebagai kaum muda, kami ditantang untuk mampu memahami isu global yang strategis secara cepat dan akurat. Juga membangun kepedulian akan hal penting yang dampaknya luas bagi berbagai bangsa. Wawasan dan soft skills tersebut sangat menjadi pelengkap ilmu akademis yang saya dapat di bangku kuliah."

14 Mar

Aditya Very Cleverina mengakui mengalami emosi bak roller coaster selama masa pelatihan. "Pelatihan ini membuat saya merasakan banyak hal. Selain merasa sangat senang karena bertemu dengan teman dari berbagai latar belakang akademis, saya juga merasa tertantang untuk menambah gelas-gelas pengetahuan saya. Pada pelatihan ini, saya belajar untuk lebih berani dalam berbagai hal, mulai dari mengungkapkan pendapat, bernegosiasi, hingga saling memberi dan menerima kritik."

Selain mengikuti rangkaian Pelatihan Nasional, para delegasi Djarum Foundation juga mendapat kesempatan mengunjungi beberapa pusat kebudayaan negara lain. Pada 7 Maret 2017, dua hari menjelang keberangkatan ke Roma, Beswan Djarum mengunjungi The Japan Foundation, Korean Cultural Center, dan @America. Di ketiga tempat itu, Beswan Djarum mendapatkan banyak informasi mengenai negara lain, mulai dari sisi seni, budaya, politik, dan lainnya. Semua informasi yang didapat tentunya sangat bermanfaat bagi mereka dalam mengikuti ajang Rome MUN 2017.

Pada Kamis dinihari, 9 Maret 2017, delegasi Djarum Foundation bertolak ke Roma, Italia. Mereka akan bertemu dengan delegasi dari berbagai negara lain untuk bertukar pikiran, mencari solusi terbaik untuk isu global yang sedang terjadi.

Delegasi Djarum Foundation, teruskan semangat berkarya nyata mengharumkan nama bangsa di skala internasional!