Berita

MEMBAWA BARA JIWA GARUDA

Kamis, 10 Oktober 2019

Qelfin M. Fernalisa Werin, Beswan Djarum dari Universitas Negeri Papua, tiba di Surabaya setelah penerbangannya dari Manokwari, Papua. Kemudian ia menemui Beswan Djarum 2018/2019 lain dari regional Surabaya untuk bersama-sama berangkat dengan bus dari Surabaya menuju Semarang.

Setiba di penginapan, Qelfin bertemu dengan dua Beswan Djarum dari Universitas yang berbeda yang kemudian menjadi teman sekamarnya selama kegiatan Nation Building. Esok paginya, Qelfin bersama 465 mahasiswa dari 89 perguruan tinggi di seluruh provinsi Indonesia berkumpul di komplek gedung Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) di Semarang.

Malam Dharma Puruhita (MDP) merupakan bagian dari rangkaian Nation Building Beswan Djarum 2018/2019. Melalui acara ini, Beswan Djarum mempelajari dinamika perjalanan bangsa Indonesia dari masa ke masa dalam bentuk sebuah pergelaran seni. Selama tiga hari penuh, Beswan Djarum dibagi menjadi dua tim yaitu tari dan teater serta tim paduan suara untuk berlatih.

Mereka dibagi menjadi beberapa tim yang kemudian dilatih bersama para profesional di bidangnya. Untuk penampilan tari dan teater, Denny Malik dan tim turun melatih sebagian besar Beswan Djarum yang tidak memiliki latar belakang dunia tari dan teater tersebut. Reza The Groove dan Dipo Voice mengemban misi untuk melatih tim paduan suara para Beswan Djarum.

Aku tergabung di paduan suara,” cerita Qelfin. Ia mengaku kesulitan menghapal lagu-lagu daerah karena faktor bahasa. “Tapi aku jadi tahu banyak bahasa daerah di Indonesia,” lanjut mahasiswa asal Universitas Papua tersebut.

Almaas Isfadhilah juga membagikan kisahnya pertama kali tergabung dalam paduan suara. “Aku yang tidak ada dasar bisa bernyanyi, jadi sedikit-sedikit paham tangga nada. Ini do, ini re. Seru banget ternyata,” ucap Beswan Djarum dari Universitas Airlangga ini.

Tahun ini, Malam Dharma Puruhita mengangkat tema Bara Jiwa Garuda. Tema ini mengeskpresikan betapa Pancasila tetap bertahan dari gempuran zaman. Sejak asas-asasnya disepakati dan ditetapkan, Pancasila selalu menjadi pedoman hidup bernegara. Meski ada kelompok-kelompok yang ingin memaksakan ideologi lain, berperilaku SARA, serta bersikap intoleran, harapan untuk dapat hidup damai tetap ada karena banyaknya anak muda yang memiliki semangat juang demi kemajuan bangsa.

Kerja keras seluruh tim menampilkan sebuah harmoni dalam sebuah pergelaran drama, tari, dan musik yang berhasil memukau para penonton yang hadir di Marina Convention Center. Penontonnya berasal dari berbagai latar belakang. Ada keluarga dari Beswan Djarum, para Alumni Djarum Beasiswa Plus, hingga penonton umum. Apresiasi diberikan untuk seluruh tim yang terlibat. Sampai jumpa di Nation Building Beswan Djarum 2019/2020!

berita terkait

20 - 23 November 2019 Character Building Beswan Djarum 2019/2020 Batch II 27 - 30 November 2019 Character Building Beswan Djarum 2019/2020 Batch III 4 - 7 Desember 2019 Character Building Beswan Djarum 2019/2020 Batch IV 11 - 14 Desember 2019 Character Building Beswan Djarum 2019/2020 Batch V November 2019 - Februari 2020 Pelatihan Delegasi Djarum Foundation ke Harvard World MUN Conference 2020 15 - 22 Maret 2020 Keberangkatan ke Harvard World MUN Conference 2020, Tokyo, Jepang