Berita

SELEKSI TERTULIS DJARUM BEASISWA PLUS 2019/2020 DI YOGYAKARTA: KEGIGIHAN PESERTA SELEKSI

Selasa, 09 Juli 2019

Tes seleksi Beswan Djarum merupakan ajang pembelajaran bagi ribuan pendaftar dari seluruh Indonesia untuk gigih berjuang menggapai mimpi mereka. Banyak rintangan yang harus dilewati para pendaftar. Dimulai dengan tahap awal yaitu pengisian formulir online dan pengiriman berkas. Apabila dinyatakan seleksi administrasi (lolos seleksi berkas), mereka akan mendapat undangan untuk mengikuti seleksi tertulis. Dan saat pelaksanaan seleksi tertulis mereka juga harus datang lebih pagi untuk registrasi peserta, sebelum kemudian menjalani tes tertulis. Sungguh, di sini kedisiplinan, keteguhan dan kegigihan para peserta tes seleksi sudah teruji.

Dari jam tujuh pagi, sudah terlihat lautan manusia di depan Grand Pacific Hall Yogyakarta, tempat berlangsungnya tes tertulis. Warna-warni jaket almamater sangat mencolok, dan mewakili peserta dari masing - masing Perguruan Tinggi. Meski mengantre selama dua jam lebih untuk registrasi sebelum tes tertulis dimulai, semua tampak antusias dan semangat. Mereka tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan sekali seumur hidup ini, mungkin banyak yang tidak tahu bahwa untuk mendapatkan kesempatan sampai ke tahap tes tertulis saja tidak mudah. Berkas yang di kirim oleh para kandidat Beswan juga melewati proses seleksi yang ketat. Jadi bisa dibilang jumlah antrean yang terlihat di pagi hari tersebut termasuk sedikit jika dibandingkan dengan total pendaftar online.

Beberapa kandidat Beswan pun sempat memberikan tanggapan mereka mengenai tantangan yang mereka lewati saat mengumpulkan berkas. “Satu hari sebelum saat pengumpulan berkas, Berkasnya sudah aku kirim duluan ke Semarang tapi foto aku ternyata ketinggalan di rumah. Jadi aku berangkat ke Semarang dari Yogyakarta hari minggu malam setelah pulang Gereja untuk memberikan foto yang ketinggalan itu. Aku titipkan ke satpamnya. Untungnya masih sempat”, ucap Edwina Kristi Ayu dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta. Jumlah dokumen yang harus di ikut sertakan di berkas pendaftaran Beswan memang cukup banyak, jadi wajar bila ada yang terlupa. Edwina rela berangkat ke kota Semarang di malam hari demi mengumpulkan fotonya yang tertinggal. Di hari tes pun Edwina terlihat tampil dengan tongkat penyangga dan perban di salah satu kakinya. Ternyata dia mengalami kecelakaan motor beberapa hari sebelum tes tertulis, namun dia tidak patah semangat untuk datang tepat waktu demi menjalankan tes tertulis Beswan Djarum.

Edwina bukan satu-satunya yang mengalami kendala di saat pengumpulan berkas. Yudha Prawiro Wijoyo dari Institut Seni Indonesia mempunyai pengalamannya sendiri. Dia menceritakan kisahnya mengenai pengumpulan berkas yang hampir membuatnya patah semangat. “Sebetulnya saya dengar tentang Beswan Djarum ini sedikit terlambat. Saya baru tahu soal adanya Beasiswa ini 4 hari sebelum batas perkumpulan berkas. Saya baru mengurus semua persyaratan ke kampus 2 hari sebelum deadline. Saat pengumuman saya check email saya namun saya tidak menemukan email dari Beswan Djarum, jadi saya pikir memang saya tidak lolos seleksi berkas. Tapi setelah diberitahu oleh teman saya untuk check folder spam, ternyata email tersebut ada di situ dan saat saya baca ternyata berkas saya lolos dan saya berhak mengikuti tes seleksi”, cerita Yudha.

Selain Yudha, teman seperjuangan di kampus, Naya, juga menceritakan kisahnya mengenai kebimbangannya untuk mendaftar sebagai Beswan Djarum, “Awalnya aku agak bimbang dengan prestasi diri sendiri. Saya belum pernah menjadi juara lomba dan merasa kurang percaya diri saat mendaftar. Namun akhirnya aku berdoa dan bertekad bulat untuk percaya diri dan aku tahu bahwa ada nilai lain dari diriku yang tidak dapat dicerminkan oleh prestasi. Aku yakin pasti prestasi bukanlah nilai utama yang di lihat dari para Pembina Beswan Djarum. Dari diri aku harus siap untuk menceritakan pengalamanku yang terbaik”, terang Naya.

Meski banyak rintangan, para kandidat Beswan Djarum tidak mudah menyerah dan selalu melakukan yang terbaik hingga detik terakhir; inilah atribut yang dicari dari seorang Beswan Djarum. Kegigihan mereka pun terbukti membuahkan hasil setelah pengumuman keluar dan menyatakan bahwa mereka lolos seleksi berkas dan diundang untuk mengikuti tes tertulis. Namun, jalan menuju Beswan Djarum masih panjang. Apabila mereka lolos tes tertulis, mereka harus mengikuti GAT dan tahap interview sebelum akhirnya terpilih menjadi Beswan Djarum.

Mengutip kata bijak dari Filsuf, James Allen: “Semua urusan manusia melibatkan usaha dan hasil. Kegigihan dalam berusaha adalah ukuran untuk meraih hasil itu.” Cerita dan pengalaman baru telah digenggam. Selamat berjuang bagi para peserta yang akan mengikuti rangkaian tes selanjutnya untuk menjadi Beswan Djarum 2019/2020!

berita terkait

1 Agustus - 30 September 2019 Pendaftaran Djarum Foundation ke Harvard World MUN Conference 2020 17 Juni - 24 Agustus 2019 Tes Seleksi Tertulis Djarum Beasiswa Plus 2019/2020 9 September 2019 Pengumuman Beswan Djarum 2019/2020 15 dan 16 September 2019 Community Empowerment Desa Wisata Kiringan di Yogyakarta 4-9 Oktober 2019 Nation Building Beswan Djarum 2018/2019 19 Oktober 2019 Pengumuman Delegasi Djarum Foundation Harvard World MUN Conference 2020 November 2019 - Februari 2020 Pelatihan Delegasi Djarum Foundation ke Harvard World MUN Conference 2020 15 - 22 Maret 2020 Keberangkatan ke Harvard World MUN Conference 2020, Tokyo, Jepang