Artikel

Melangkah ke Panggung Global: Kiprah Thalita Zahra Sutejo, Beswan Djarum 2024/2025 yang Mendapat Penghargaan dari NASA

Senin, 19 Januari 2026

Bagi Thalita Zahra Sutejo, belajar tidak berhenti di ruang kelas. Mahasiswi Institut Teknologi Bandung ini membuktikan bahwa pengetahuan, ketika dipadukan dengan keberanian mencoba dan kerja kolaboratif, dapat membuka jalan menuju panggung global. Sebagai Beswan Djarum 2024/2025, Thalita memaknai proses belajar sebagai ruang untuk bertumbuh, baik secara akademik, personal, dan sosial.

Perjalanan Thalita mendapat sorotan ketika ia bersama timnya meraih prestasi dalam NASA International Space Apps Challenge 2025, sebuah hackathon global yang mempertemukan talenta dari berbagai negara. Dalam kompetisi tersebut, Thalita terlibat dalam pengembangan AIM-X (Asteroid Impact Simulation and Mitigation eXperience) platform yang memanfaatkan data terbuka untuk mensimulasikan dampak tumbukan asteroid dan mengeksplorasi upaya mitigasinya. Proyek ini mengantarkan timnya meraih pengakuan di tingkat lokal sekaligus masuk jajaran nominasi global.

Namun, bagi Thalita, capaian tersebut bukan semata tentang penghargaan. Ia melihat kompetisi sebagai ruang belajar lintas disiplin, tempat ide diuji, sudut pandang dipertemukan, dan keputusan diambil dalam keterbatasan waktu. Proses tersebut menuntut kemampuan bekerja sama, komunikasi yang jelas, serta kepekaan membaca peran tiap anggota tim. Di sinilah soft skills seperti kolaborasi, problem solving, dan literasi data menjadi penentu.

Pengalaman ini selaras dengan nilai yang Thalita temukan selama mengikuti Djarum Beasiswa Plus. Program ini, menurutnya, memberi ruang untuk berjejaring secara bermakna. Bukan sekadar menambah koneksi, tetapi membangun hubungan yang berlandaskan kepercayaan, integritas, dan empati. Dalam berbagai rangkaian program di dalamnya, ia belajar bahwa keberagaman latar belakang justru memperkaya cara berpikir dan memperluas kemungkinan solusi.

Keterlibatan Thalita sebagai Beswan Djarum juga membentuk cara pandangnya tentang kontribusi. Ia melihat ilmu dan keterampilan sebagai alat untuk memberi dampak, sekaligus sebagai jembatan kolaborasi. Berhadapan dengan isu-isu kompleks dalam kompetisi global, Thalita belajar menyederhanakan masalah tanpa menghilangkan esensi. Sebuah kemampuan yang lahir dari dialog, mendengarkan, dan kesediaan untuk saling memahami.

Di balik semua itu, ada satu benang merah yang terus ia pegang: konsistensi. Konsistensi untuk belajar, berlatih, dan menjaga komitmen dalam setiap proses. Nilai inilah yang ia rasakan menguat selama menjadi Beswan Djarum, bahwa relasi yang sehat dan jejaring yang kuat dibangun dari tindakan kecil yang berulang, bukan dari hasil instan.

Ke depannya, Thalita berharap pengalamannya dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk berani melangkah keluar dari zona nyaman. Baginya, kesempatan untuk bertumbuh sering kali hadir ketika seseorang mau mencoba, bekerja bersama, dan membuka diri pada perbedaan. Sebagai Beswan Djarum 2024/2025, ia membawa semangat itu ke setiap langkah, menyatukan pengetahuan, kolaborasi, dan nilai untuk menciptakan dampak yang lebih luas.

Artikel terkait

25 - 28 Januari 2026 Leadership Development Beswan Djarum 2025/2026 - Batch 1 28 - 31 Januari 2026 Leadership Development Beswan Djarum 2025/2026 - Batch 2 8 - 11 Februari 2026 Leadership Development Beswan Djarum 2025/2026 - Batch 3 11 - 14 Februari 2026 Leadership Development Beswan Djarum 2025/2026 - Batch 4 5 - 8 April 2026 Leadership Development Beswan Djarum 2025/2026 - Batch 5 5 - 11 April 2026 Leadership Development Beswan Djarum 2025/2026 - Batch 6 19 - 22 April 2026 Leadership Development Beswan Djarum 2025/2026 - Batch 7 22 - 25 April 2026 Leadership Development Beswan Djarum 2025/2026 - Batch 8 November 2025 – Mei 2026 Pelatihan Delegasi Djarum Foundation ke European Model United Nations (EuroMUN) 2026