Setelah Character Building, Leadership Development, Community Empowerment, International Exposure, Writing Competition, dan Vlog Competition, program Nation Building menjadi puncak dari program soft skills Beswan Djarum 2017/2018. Ratusan Beswan Djarum dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia berkumpul di Semarang sejak Kamis (19/9/2018) dan menyiapkan pergelaran kolosal“Jejak Kirana Nusantara” yang dilaksanakan Selasa (25/9/2018).
Pergelaran ini menjadi tantangan tersendiri bagi Beswan Djarum. Mengingat mayoritas dari mereka sama sekali tak memiliki latar belakang sebagai penari, penyanyi atau pemain teater profesional. Namun kemauan keras dan bekal soft skills dari Djarum Beasiswa Plus membuat mereka yakin dapat memberikan yang terbaik.
Bersatu Mencapai Satu Tujuan

“Ini bukan cuma soal pertunjukan. Tapi juga soal sharing. Kita semua pasti bisa. Tak ada istilah tidak bisa,” ujar pengarah seni Denny Malik sebelum memulai sesi latihan. Tahun ini sudah keenam kalinya bagi Denny bergabung dalam tim Nation Building Djarum Beasiswa Plus.
Pertunjukan Malam Dharma Puruhita 2018 mengambil tema “Jejak Kirana Nusantara” menggambarkan sejarah kilas balik perjuangan bangsa Indonesia. Mulai dari bersatu, berjuang, hingga mempertahankan persatuan dan menjaga toleransi. Ratusan Beswan Djarum dari berbagai daerah mulai Aceh hingga Papua bahu membahu dan saling dukung demi memberi penampilan terbaik.
Kegiatan ini pula yang menjadi praktik langsung bagi mereka untuk tak hanya menerapkan bekal Pendidikan karakter dan kepemimpinan Djarum Beasiswa Plus, tapi makin mendalami keragaman serta mengasah wawasan kebangsaannya. Tujuannya, menyajikan satu pergelaran seni kolosal, melalui pentas tari, teater, lagu dan paduan suara, yang paripurna.
Bahu Membahu, Sajikan yang Terbaik
“Di sini banyak teman dan pelatih hebat. Walau kadang kita ditegur karena gerakan tak sinkron, kita yakin kalau itu agar kita bisa membangun diri lebih baik lagi,” jelas Dominggus Sem Duwiri, Beswan Djarum 2017/2018 dari Universitas Negeri Papua saat ditemui di sela-sela latihan.
Senada dengan Dominggus, Deddy Randah Cezar, Beswan Djarum 2017/2018 asal Universitas Katolik Soegijapranata Semarang menambahkan. “Latihan tak cuma melatih saya gerak dan akting, tapi juga melatih saya keteguhan, ketekunan, dan yang paling penting pantang menyerah,” ujarnya.
Diakui Denny Malik, bahwa para Beswan Djarum 2017/2018 memiliki kapasitas dan kemampuan di atas rata-rata. “Tinggal bagaimana caranya berlatih menyatukan persepsi, menyatukan gaya, dan satu tujuan,” imbuh Denny.
Tahun ini, tim Denny Malik Entertaiment kembali berkolaborasi dengan tim vokal dan musik Reza The Groove, Dipo Voice, serta Asri Hardjakusumah and White Orchestra. Mempersembahkan dedikasi melatih ratusan Beswan Djarum percaya diri untuk tampil di Malam Dharma Puruhita.