Artikel

5 Cara Untuk Menghadapi Ketidakpastian

Kamis, 27 Januari 2022

"Ketidakpastian adalah satu-satunya kepastian yang ada." - John Allen Paulos, ahli matematika asal Amerika.

Cemas pada ketidakpastian akan sesuatu hal berdampak lebih besar bagi kesehatan daripada kesedihan ketika kita mengalami suatu hal itu sendiri. Misalnya, ketika ada yang sedang menunggu hasil wawancara kerja dalam jangka waktu yang cukup lama. Orang tersebut pasti merasa cemas karena tak kunjung diberi kepastian. Cemas semacam inilah yang lebih mengganggu kesehatan dibandingkan kesedihan setelah mendengar hasil yang pasti jika gagal wawancara.

Otak kita menganggap ambiguitas sebagai musuh. Makanya ketika situasi tidak pasti datang, otak kita berusaha untuk melakukan beragam cara agar bisa mendapat kepastian.

Akan tetapi, ketidakpastian itu sudah menjadi bagian dari hidup kita. Semakin diperkuat sejak pandemi datang. Hari demi hari kita bertemu dengan situasi yang tak menentu dan bahkan membuat kita tidak berani berharap banyak. Oleh sebab itu, alih-alih mencari kepastian, lebih efektif jika kita melatih diri untuk menerima ketidakpastian itu.

Berikut 5 cara yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi ketidakpastian:

1. Jangan dilawan tapi cobalah untuk menerimanya

Rasa cemas dan khawatir seringkali menghambat langkah kita untuk maju. Sedangkan memikirkan ketidakpastian hampir tidak ada ujungnya. Daripada kita menyangkalnya, alangkah lebih baik kita belajar untuk menerimanya.

Penerimaan yang dimaksud ialah memahami bahwa situasi sulit ini memang harus dialami. Karena setelah menerimanya, energi kita yang semula habis untuk mencemaskan ketidakpastian akan beralih melakukan hal lainnya yang lebih bermakna.

2. Mulai prioritaskan diri sendiri

Ini berbeda dengan menjadi egois yang berlebihan. Untuk bisa menghadapi situasi sulit, diri kita ibarat aset penting. Karena jika kita kuat, sebesar apapun hambatan yang datang akan bisa kita lalui.

Di tengah situasi tak menentu, kita harus lebih memperhatikan diri kita sendiri. Seperti menjaga kesehatan, pola makan teratur, serta istirahat yang cukup. Layaknya pepatah lama yang sering kita dengar, di balik tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat.

Nah salah satu investasi penting yang bisa kita lakukan ke diri kita adalah dengan melakukan hal-hal menyenangkan. Tapi jangan sampai kita impulsif lalu malah menyakiti diri sendiri dengan tameng self healing.

Bisa dari hal-hal kecil saja. Misalnya tidur siang sebentar. Menonton video-video lucu. Bercocok tanam. Atau apapun yang menjadi hobi. Tidak lupa juga untuk mengurangi intensitas bermain media sosial karena umumnya jika terlalu lama akan berdampak buruk.

3. Kurangi pemikiran negatif

Kita pasti sering memikirkan skenario terburuk akan suatu hal. Awalnya berniat untuk tidak terlalu berharap dan bersiap pada apapun hasilnya. Tapi, pikiran yang cenderung negatif ini bisa memicu stres kita, loh.

Berpikir negatif membuat pikiran kita jadi sempit. Tidak leluasa menangkap peluang, timbul ketakutan-ketakutan berlebihan, sehingga menghambat produktivitas dan kreativitas.

Sedangkan jika dialihkan pada pemikiran positif, kita bisa menemukan potensi tersembunyi yang bisa menjadi kesempatan baik. Kita jadi terdorong untuk berani mengambil tantangan dan menjadi lebih kuat dan tabah.

4. Berhenti mengandalkan orang lain

Memang akan menyenangkan rasanya jika ada orang lain yang perhatian hingga mau mengulurkan bantuan kepada kita. Namun hal ini bisa jadi jebakan untuk kita.
Biasanya, saat ada orang lain yang diandalkan untuk membantu dalam situasi sulit, kita cenderung jadi tidak mandiri. Malah mungkin 'melarikan diri' dari masalah yang dihadapi. Sedangkan baiknya kita mampu memecahkan masalah itu sendiri.

Mengurangi kebiasaan mengandalkan bisa dimulai dengan lebih berani untuk bertanggung jawab. Mengubah energi untuk mengeluh menjadi energi untuk memecahkan masalah tanpa harus merepotkan orang-orang di sekitar kita.

5. Tentukan tujuan besar

Seperti yang pernah dibahas dalam artikel sebelumnya, harapan memegang peranan penting yang menadi penyemangat kita untuk terus bangkit. Harapan juga jadi pegangan kita supaya bisa tangguh mengarungi situasi yang penuh ketidakpastian.

Langkah pertama menumbuhkan harapan yaitu dengan menentukan tujuan besar yang ingin dicapai. Bukan sekadar visi pribadi, tapi bagaimana tujuan ini memberi makna akan diri kita untuk lingkungan kita.

Kalau kita sudah menyadari apa makna diri kita, maka situasi apapun tak akan menggoyahkan langkah kita. Apapun tujuan besar kita.

Ikuti terus media sosial resmi kami melalui: Instagram (@djarumbeasiswaplus), Facebook Page (Djarum Beasiswa Plus), Twitter (@BeswanDjarum) dan YouTube (Djarum Beasiswa Plus)

*diolah dari: https://greatergood.berkeley.edu/

Artikel terkait

1 Juli - 3 September 2022 Wawancara Djarum Beasiswa Plus 2022/2023 12 Agustus 2022 Pengumpulan Essai Writing Competition Beswan Djarum 2021/2022 5 - 9 September 2022 Seleksi Tingkat Regional Writing Competition Beswan Djarum 2021/2022 6 September 2022 Pengumuman Djarum Beasiswa Plus 2022/2023 22 & 23 September 2022 Final Nasional Writing Competition Beswan Djarum 2021/2022