Artikel

Gritty Leadership, Kunci Kepemimpinan 4.0

Sabtu, 12 Maret 2021

"Siapa yang pernah menjadi pemimpin?"

Galuh Paskamagma, pemateri dalam Leadership Development Beswan Djarum 2020/2021 melemparkan pertanyaan pada peserta. Dari layar besar, terlihat beberapa peserta terlihat mengangkat tangannya.

Berdasarkan cerita para peserta terpilih, semuanya berbagi pengalaman menjabat sebagai pemimpin. Ada yang di organisasi, komunitas, atau kepanitiaan.

"Untuk kalian yang tidak mengangkat tangan, yakin kalian tidak pernah menjadi pemimpin?" Galuh kembali bertanya.

Meski tampak ragu-ragu, terlihat para peserta mengangguk.

"Kita menjadi seorang pemimpin tidak hanya saat menerima jabatan, tapi juga memimpin diri sendiri," ujar Galuh. "Misalnya, saat teman-teman memiliki visi dengan memilih sendiri jurusan kuliah, kemudian teman-teman pun menyampaikan visi tersebut pada orang tua atau orang terdekat. Sehingga mereka turut mendukung visi teman-teman.” lanjutnya.

Dari pemaparan Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation ini, dapat disimpulkan tiga hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin: visi, kemampuan mengkomunikasikan visinya tersebut, serta dapat memotivasi pengikutnya untuk ke arah yang lebih baik.

Lebih lanjut, dalam materi bertajuk Gritty Leadership, Beswan Djarum 2020/2021 mempelajari kepemimpinan yang diperlukan di era revolusi industri 4.0 ini. Future skills adalah kunci untuk dapat beradaptasi dan mencapai keberhasilan di tengah dunia yang berubah sangat kompleks dan cepat ini.

Gritty Leadership adalah pola pikir seseorang yang pantang menyerah, berani, dan konsisten untuk meraih target yang dicita-citakan. Mereka yang memiliki gritty leadership akan bekerja keras dan terus berusaha meski banyak hambatan dan kesulitan yang menghadang.

Gritty sendiri diambil dari kata grit. Mengutip Angela Duckworth, seorang profesor psikologi dari Universitas Pennsylvania, ibarat olahraga berlari, grit bukanlah lari sprint yaitu lekas puas begitu menjadi yang tercepat sampai di garis akhir. Sedangkan grit merupakan marathon, yaitu menjadi lebih lama bertahan untuk kesuksesan jangka panjang.

Oleh sebab itu, mengandalkan bakat saja tidaklah cukup. Butuh kerja keras untuk mengarahkan bakat menjadi kemahiran. Selain memiliki passion, kita juga harus memiliki perseverance untuk berlatih terus mengasah bakat agar terus berkembang. Selain itu juga ada resilience untuk cepat belajar lalu bangkit dari kegagalan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pelatihan soft skills Leadership Development kali ini diselenggarakan secara virtual. Akan tetapi antusiasme para peserta serta interaksi dengan pemateri dapat berjalan baik meski terpisahkan oleh jarak.

Sepanjang Maret 2021, sebanyak 522 Beswan Djarum 2020/2021 mengikuti serangkaian program Leadership Development yang dibagi menjadi empat sesi. Selain Gritty Leadership, dilanjut dengan materi Design Thinking For Writers bersama Roro Ajeng Sekar Arum, Public Speaking 4.0 bersama Rendy Wicaksana, dan Motivating and Inspiring Others bersama James Gwee.

Ikuti terus media sosial resmi kami melalui: Instagram (@djarumbeasiswaplus), Facebook Page (Djarum Beasiswa Plus), Twitter (@BeswanDjarum) dan Youtube (Djarum Beasiswa Plus).

Artikel terkait

08 April 2021 Berpikir Kritis dalam Mengutip Tokoh atau Pakar 21 Maret - 23 Mei 2021 Pendaftaran Online Djarum Beasiswa Plus 2021/2022 24 Mei - 20 Juni 2021 Seleksi Berkas Administrasi Djarum Beasiswa Plus 2021/2022 21 - 30 Juni 2021 Tes Seleksi Tertulis Online 1 Juli - 10 September 2021 Tes Interview Online 20 September 2021 Pengumuman Seleksi Beswan Djarum 2021/2022