Pagelaran Malam Dharma Puruhita yang menjadi puncak kegiatan Nation Building kembali digelar sebagai rangkaian pelatihan soft skills terakhir dari program Djarum Beasiswa Plus. Pagelaran drama musikal dan tari bertema “Sejiwa Setanah Air” ini menghadirkan 534 Beswan Djarum 2024/2025 dalam sebuah panggung besar kolaboratif, yang sekaligus merefleksikan keberagaman, kekuatan jejaring, serta kebersamaan yang tumbuh di antara para Beswan Djarum.
Sejak awal pertunjukan, Malam Dharma Puruhita dirancang sebagai ruang ekspresi bersama. Musik, tari, teater, dan elemen visual berpadu membentuk narasi yang merepresentasikan latar belakang Beswan Djarum yang beragam, namun dipertemukan dalam satu ikatan. Di panggung ini, perbedaan tidak ditampilkan sebagai jarak, melainkan sebagai kekayaan yang saling menguatkan.

534 Beswan Djarum yang berasal dari 103 perguruan tinggi di 38 provinsi di Indonesia. Berpadu, tampil membentuk sebuah narasi kebersamaan di hadapan ratusan penonton yang hadir di Marina Convention Centre, Semarang pada 11 November 2025 lalu.
“Selama 41 tahun, Djarum Beasiswa Plus berkomitmen merawat kehidupan dan berkontribusi dalam membangun karakter putra-putri terbaik negeri ini. Selama setahun terakhir, Beswan Djarum belajar untuk saling mengenal, bertukar gagasan dari beragam perspektif, serta membangun semangat kebersamaan. Bersama, kita menjadi Sejiwa Setanah Air,” ujar Deputy Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Felicia Hanitio.
Pementasan Malam Dharma Puruhita Sejiwa Setanah Air ini juga menjadi cerminan dari proses panjang yang dilalui para Beswan Djarum. Di tengah waktu latihan yang terbatas, mereka didorong untuk beradaptasi, berkolaborasi lintas peran, dan membangun kepercayaan satu sama lain. Proses ini tidak hanya melatih kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat komunikasi dan kerja sama, yang menjadi fondasi penting dalam membangun jejaring yang berkelanjutan.
Pagelaran ini juga menampilkan sejumlah karakter Nusantara dan tokoh-tokoh pendiri bangsa, dari mulai Bapak proklamasi Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Ibu Fatmawati, hingga sosok Alex Mendur dan Frans Mendur, fotografer proklamasi kemerdekaan Indonesia. Mereka dikisahkan sebagai sosok-sosok anak bangsa yang tumbuh di tanah yang sama dan menjadi satu dalam ikatan yang sama, yang kemudian punya peran masing-masing dalam sejarah bangsa dan tanah air ini.

Sutradara Malam Dharma Puruhita, Ronald Soe mengatakan bahwa konsep Sejiwa Setanah Air ini ingin mengangkat bahwa sesuatu itu bisa lahir dari kerja kolektif ataupun kebersamaan. “Sejiwa Setanah Air” tidak dimaknai sebagai keseragaman, melainkan proses menyatukan perbedaan. Kebersamaan yang terlihat di atas panggung merupakan hasil dari kerja kolektif para Beswan Djarum yang datang dari latar belakang yang berbeda, lalu dipertemukan menjadi satu dan saling memahami selama perjalanannya.

“Kita mengangkat bagaimana kebersamaan itu lahir dari kerja kolektif. Para Beswan Djarum datang dari latar belakang yang berbeda, lalu dipertemukan dalam satu proses dan tujuan yang sama. Kebersamaan itu dibangun sejak di balik layar, di proses-proses latihan dan diskusi, tidak hanya saat mereka berdiri di atas panggung”, Ujarnya.
Salah satu momen yang menyentuh dalam pementasan ini hadir melalui penampilan Rebecca Simorangkir, Beswan Djarum dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang dipercaya menjadi perwakilan simbolis angkatan 2024/2025 sekaligus membawakan hymne Beswan Djarum. Menjadi menarik karena Rebecca ternyata merupakan putri dari Linda Sitinjak, orang yang pertama kali menyanyikan hymne Beswan Djarum. Penampilan Rebecca menjadi simbol kesinambungan nilai, sekaligus pengingat bahwa ikatan yang terbangun dalam Djarum Beasiswa Plus mampu melampaui generasi berbeda.

Melalui kisah Rebecca, Malam Dharma Puruhita tidak hanya menampilkan pertunjukan seni, tetapi juga menghadirkan narasi tentang bagaimana nilai kebersamaan diwariskan dan dirawat. Di panggung yang sama, para Beswan Djarum berdiri bukan sebagai individu yang terpisah, melainkan sebagai bagian dari jaringan yang saling terhubung.

Malam Dharma Puruhita menegaskan makna Sejiwa Setanah Air sebagai semangat yang hidup dalam benak para Beswan Djarum. Pementasan ini menjadi penutup dari rangkaian program Djarum Beasiswa Plus, yang bukan hanya sekadar program pelatihan individu, melainkan ruang untuk membangun relasi, lintas budaya, latar belakang, dan generasi. Para Beswan Djarum juga dibekali oleh pelatihan soft skills sebagai pengembangan diri, memperkuat rasa saling percaya dan menumbuhkan jejaring yang akan terus berkembang dan akan terus dibawa para Beswan Djarum ini, baik di ruang profesional maupun di kehidupan sosial mereka nantinya.