Artikel

Membangun Literasi Pemuda Indonesia

Sabtu, 28 Oktober 2023

Dilansir dari kompas.com, skor PISA Indonesia di bidang literasi berada di peringkat ke-74 dari 79 negara pada 2018. UNESCO juga menyebutkan hanya 3 dari 10 orang Indonesia yang memiliki minat membaca.

Inilah yang menjadi salah satu landasan bagi Tito Tri Kadafi, Beswan Djarum 2020/2021 asal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mendirikan Bastra ID. Atas inisiatif dan gerakannya ini, Tito mendapat beragam penghargaan seperti menjadi salah satu peserta terbaik di Sekolah Staf Presiden (2023), terpilih sebagai Every U Does Good Heroes bidang Perdamaian dari Unilever Indonesia (2023), hingga menjadi Pemuda Pelopor Nasional Bidang Pendidikan oleh Kemenpora (2022). Penasaran seperti apa cerita lengkapnya? Berikut wawancara kami.

Bastra ID itu apa dan sejak kapan berdiri?
Bastra ID merupakan organisasi pendidikan yang mengajarkan literasi, berpikir kritis, dan sosio emosional menggunakan medium bahasa dan sastra kepada orang muda di Indonesia. Saya mendirikan Bastra ID sejak kuliah semester 1 (2018).

Apa saja program yang dijalankan oleh Bastra ID?
Beberapa program Bastra ID adalah Remaja Belajar Menulis Konten dan Kartu Berembug.

Remaja Belajar Menulis Konten sudah diadakan selama 6 musim untuk mengajarkan orang muda Indonesia mampu membuat esai kritis dan memublikasikannya di media massa. Sudah ada 167 alumni yang datang dari kalangan remaja SMP dan SMA/sederajat yang diintervensi pada program ini.

Sedangkan Kartu Berembug adalah media permainan Bahasa Indonesia untuk mengajarkan keterampilan bernegosiasi kritis di tingkat SMP dan SMA. Saya dan Bastra ID membuat media ini karena melihat pentingnya meningkatkan sikap toleransi generasi muda sehingga bisa merayakan keberagaman.

Kartu Berembug tercipta untuk mendorong orang muda mampu bernegosiasi terhadap isu keberagaman (dengan membawa semangat keberagaman suku dan agama, keadilan gender, anti-bullying, hingga inklusivitas terhadap disabilitas), dan semuanya dimulai dari level pendidikan. Saya dan Bastra ID yakin bahwa keterampilan bernegosiasi menjadi kunci untuk perubahan sosial dan memastikan bahwa orang muda Indonesia mampu memiliki pola pikir yang lebih aktif bertoleransi, penuh empati, mau berkontribusi, dan mampu berpikir kritis.

Kamu tampaknya aktif membawa isu literasi ini di berbagai kesempatan, seperti apa ceritanya?
Saya berkesempatan untuk bekerja pada isu literasi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui program Young Leaders for Indonesia oleh McKinsey & Company. Selain itu saya juga menyuarakan isu literasi pada rapat koordinasi di Papua bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui program Sekolah Staf Presiden.

Kemudian pada tahun ini, saya berangkat ke Amerika Serikat pada program YSEALI Academic Fellowship Program bidang Civic Engagement.

Apa yang membuatmu memilih menjadi pegiat gerakan sosial melalui Bastra ID?
Mengelola organisasi membuat saya bertumbuh dengan banyak interaksi sosial. Setelah banyak mendapat kesempatan hidup yang bahagia, merupakan tanggung jawab saya untuk menggerakan semangat komunal untuk gerakan sosial. Bergerak pada isu literasi dan membuat beragam program pro bono untuk orang muda Indonesia juga menjadi bagian dari tujuan hidup saya.

Menurutmu, bekal apa saja sih yang harus dimiliki untuk terjun sebagai pegiat gerakan sosial?
Perlu punya grit atau ketekunan, well-being, dan tujuan hidup yang kuat. Karena pegiat gerakan sosial butuh napas lebih panjang dan energi lebih besar untuk menggerakan banyak orang mewujudkan perubahan bersama.

Baca juga Kenal Alumni edisi lainnya!
Ikuti terus media sosial resmi kami melalui: Instagram (@djarumbeasiswaplus), Facebook Page (Djarum Beasiswa Plus), Twitter (@BeswanDjarum), LinkedIn (Djarum Beasiswa Plus), dan YouTube (Djarum Beasiswa Plus).

Artikel terkait

29 November - 2 Desember 2023 Character Building Beswan Djarum 2023/2024 Batch V Oktober 2023 - Maret 2024 Pelatihan Delegasi Djarum Foundation ke Harvard World MUN Conference 2024