Artikel

Menulis Esai dalam 3 Babak

Sabtu, 11 Juni 2021

Menulis esai bagi mahasiswa adalah makanan sehari-hari. Hampir semua dosen memberi tugas esai. Selain itu, esai juga seringkali dijadikan persyaratan untuk mendaftar beasiswa atau beragam kompetisi. Sudah bisa dipastikan, pendaftarnya bisa ratusan bahkan ribuan jika sampai tingkat nasional.

Lalu bagaimana agar esai kita bisa menarik dosen, para asesor beasiswa, atau juri kompetisi?

Nah kali ini kita akan membahas salah satu triknya yaitu menulis esai dalam tiga babak. Teknik ini sebenarnya diterapkan saat penulisan kreatif atau fiksi.

Memang sih ada perbedaan saat penulisan kreatif dengan esai. Misalnya, penulisan kreatif butuh membebaskan khayalan dalam mengarang. Sementara menulis esai harus memberikan fakta untuk tiap argumen. Bagi pembaca, penulisan kreatif membuka imajinasi, sedangkan esai membuka wawasan baru.

Mengadaptasi teknik menulis dalam tiga babak bisa mendorong pembaca untuk menikmati esai hingga akhir. Sehingga pembaca bisa mendapat pemahaman yang lebih baik.

Mari kita ulas lebih jauh sambil mengadaptasi penulisan tiga babak.

1. Set-up

Babak pertama dalam penulisan kreatif yaitu menetapkan karakter dan bagaimana ia terhubung dengan karakter lain serta dunianya. Di babak ini, biasanya sudah terjadi sebuah konflik yang coba diselesaikan oleh karakter utama.

Dalam menulis esai, babak pertama bisa juga disebut pendahuluan. Karakter utama bisa diadaptasi menjadi argumen utama. Jadi, di babak pendahuluan ini kamu menetapkan argumen yang akan disampaikan. Insiden sendiri merupakan pengenalan terhadap topik permasalahan yang ingin diangkat.

2. Konfrontasi

Di babak kedua, konflik dijelaskan lebih mendalam. Setelah itu, karakter utama pun bertemu dengan karakter pendukung. Langkah demi langkah mereka ambil untuk menyelesaikan konflik tersebut. Di sini, karakter utama maupun pendukung menunjukkan perkembangan karakter.
Babak ini menjadi pembahasan atau badan esai. Karakter pendukung diartikan sebagai bukti-bukti faktual yang menguatkan penjelasan topik maupun argumen awal. Sedangkan perkembangan karakter itu merujuk pada argumen awal yang kemudian berkembang atas temuan-temuan fakta.

3. Resolusi
Babak ketiga menjadi klimaks dalam alur cerita. Baik dalam akhir cerita yang bersifat tertutup maupun terbuka, konflik ditutup atau disudahi.
Babak ini menjadi bagian penutup dalam esai. Penulis merangkumkan topik permasalahan dengan kata kunci yang kemudian menyelesaikan argumen yang menjawab masalah tersebut. Pastikan gagasan terangkum dengan lugas dan jelas.

Mengutip Neil Gaiman, kita harus mencoba untuk menuliskan kisah kita sendiri. Karena menurut penulis asal Inggris ini, akan selalu ada penulis yang lebih baik dan pintar dari kita. “Tapi kamu adalah satu-satunya…” lanjut pengarang American Gods tersebut.

Jika nasihat tersebut diadaptasi dalam penulisan esai, kita bisa mencoba menentukan topik esai yang dekat dengan kita. Sehingga kita bisa membangun argumen lebih logis karena terkait dengan pengalaman kita. Atau justru dapat menawarkan perspektif baru untuk melihat hal yang dianggap ‘biasa’.

Jadi, sudah siapkah menulis esai dalam tiga babak?

Ikuti terus media sosial resmi kami di Instagram (@djarumbeasiswaplus), Facebook Page (Djarum Beasiswa Plus), Twitter (@BeswanDjarum) dan Youtube (Djarum Beasiswa Plus).

Diolah dari:
https://www.oxford-royale.com/articles/techniques-creative-writing-improve-essays/

Artikel terkait

21 Maret - 23 Mei 2021 Pendaftaran Online Djarum Beasiswa Plus 2021/2022 24 Mei - 20 Juni 2021 Seleksi Berkas Administrasi Djarum Beasiswa Plus 2021/2022 21 - 30 Juni 2021 Tes Seleksi Tertulis Online 1 Juli - 10 September 2021 Tes Interview Online 20 September 2021 Pengumuman Seleksi Beswan Djarum 2021/2022