Artikel

Perjalanan Menuju Beswan Djarum 2021/2022

Rabu, 21 Juli 2021

Setelah berhasil lolos seleksi berkas administrasi dan tes tertulis online, tahap selanjutnya yang harus diikuti peserta seleksi Djarum Beasiswa Plus adalah interview online. Tahap ini menjadi kunci pembuka gerbang menuju Beswan Djarum 2021/2022.

Tiap peserta seleksi memiliki cerita perjalanannya masing-masing. Kami telah memilih tiga peserta seleksi yang akan berbagi cerita perjalanan mereka. Mulai dari kendala, motivasi, hingga optimisme. Ketiganya telah mengikuti seluruh rangkaian proses dan sedang menunggu pengumumannya September mendatang.

Ada Baiq Astrid Amalya Nuanshari (Astrid) dari Universitas Trunojoyo Madura, Arjuna Marcelino (Juna) dari Institut Teknologi Bandung, dan Rifki Saputra (Rifki) dari Universitas Jember.

Ketiganya memiliki kesamaan yaitu sudah mengincar Djarum Beasiswa Plus sejak masih duduk di bangku SMA. Astrid dan Juna mengetahui beasiswa ini dari media sosial. Sedangkan Rifki mendapat informasinya dari seniornya yang telah lolos menjadi Beswan Djarum.
Kendala yang dihadapi

Rifki dan Astrid punya kendala yang sama yaitu saat tahap awal pengumpulan berkas administrasi. Rifki telah menyelesaikan formulir online namun kesulitan menemukan ekspedisi untuk mengirim berkas. “Akhirnya saya pulang ke Jakarta, baru di sana saya berhasil mengirim berkas,” ucap Rifki.
Setali tiga uang, Astrid juga terkendala karena faktor ekspedisi. “Kantor pos di daerah saya tutup lebih awal, sehingga saya mencari kantor pos yang berjarak sejam dari rumah saya demi bisa mengirim berkas.”

Sedangkan Juna bersyukur karena selama proses seleksi berlangsung ia bisa mengatasi kendala dengan baik.

Pengalaman menarik

Astrid merasa tertantang saat mengikuti tes tulis. “Saya harus mengoptimalkan waktu yang tersedia. Saya menggunakan teknik membaca cepat agar semua jawaban terisi dan ketika waktu masih tersisa saya melihat kembali jawaban saya,” cerita mahasiswa Ilmu Kelautan tersebut.

Sedangkan bagi Juna pengalaman menarik mereka adalah saat proses wawancara. “Saat wawancara kemarin saya merasa lebih percaya diri dan lancar untuk memberi jawaban dibanding dari wawancara-wawancara (di tempat lain) sebelumnya. Saya dapat lebih tenang dan santai untuk menjawab pertanyaannya seperti sedang bercerita kepada orang lain gitu…” tutur Juna, mahasiswa Teknik Informasi.

Sama dengan Juna, Rifqi juga memilih wawancara sebagai pengalaman menariknya. “Sejujurnya saya cukup gugup. Tapi saat wawancara kegugupan saya hilang karena pewawancara sangat ramah dan pertanyaan yang dilontarkan bisa saya jawab dengan baik. Pengalaman ini cukup menjadi pelajaran menyenangkan bagi saya,” kata mahasiswa Hubungan Internasional ini.

Perjuangan terbaik

Baik Astrid, Juna, maupun Rifki, ketiganya yakin telah memberikan perjuangan terbaik mereka. Mulai dari tahap seleksi berkas, tes tertulis, hingga wawancara.

“InsyaAllah saya sudah melakukan yang terbaik karena prinsip saya adalah ketika melakukan sesuatu saya akan semaksimal mungkin agar tidak ada penyesalan,” ujar Astrid.

Juna pun berharap dapat lolos wawancara dan terpilih sebagai Beswan Djarum. “Saya percaya bahwa Djarum Beasiswa Plus merupakan wadah terbaik bagi saya untuk mengembangkan diri. Sehingga saya siap menjadi calon pemimpin di masa yang akan datang,” ucapnya.

Optimisme juga diperlihatkan oleh Rifqi. Ia berkata, “apapun hasilnya saya tetap percaya pada usaha saya karena mengikuti proses seleksi Djarum Beasiswa Plus bukanlah perihal menang atau kalah, namun menang atau belajar.”

Kini tahap seleksi interview online masih berlangsung. Pengumuman akhir Djarum Beasiswa Plus akan diberikan September 2021 mendatang.
Untuk itu, ikuti terus media sosial resmi kami melalui: Instagram (@djarumbeasiswaplus), Facebook Page (Djarum Beasiswa Plus)Twitter (@BeswanDjarum) dan YouTube (Djarum Beasiswa Plus).

Artikel terkait

1 Juli - 10 September 2021 Tes Interview Online 20 September 2021 Pengumuman Seleksi Beswan Djarum 2021/2022