Artikel

Tambah Konsentrasi, Kurangi Distraksi

Sabtu, 09 Juli 2021

Menjaga fokus selama pandemi memiliki tantangan tersendiri. Pandemi menuntut kita untuk terus beradaptasi dengan ketidakpastian. Kondisi yang mengharuskan kita tetap sehat baik jiwa maupun raga, mau tidak mau mendorong kita jadi mudah terdistraksi.

Misalnya dalam setahun terakhir, banyak tren yang tanpa disadari kita ikuti. Mulai dari bikin dalgona, melukis dengan meses, bersepeda, pelihara cupang, berburu tanaman, hingga siaran langsung di instagram. Berbagai aktivitas dilakukan demi menghindari mati gaya saat di rumah saja.

Namun bila tidak mengontrol diri saat mengikuti tren kekinian, kamu bisa terdorong menjadi FOMO alias fear of missing out. Rasa khawatir akan ketinggalan tren yang berlebihan. Padahal tidak perlu semua tren dilakukan terutama bila tanpa tujuan. Merasa FOMO merupakan salah satu tanda orang mudah terdistraksi.
Distraksi juga membuatmu mudah menyerah pada tantangan. Lebih memilih mencoba yang baru dengan harapan hasil baik, daripada berproses menyelesaikan hambatan.

Kamu jadi mudah menambah daftar ide, tapi berakhir begitu saja bahkan sebelum mulai dieksekusi. Sekalipun sudah memulai, cenderung ditinggalkan tanpa selesai. Tidak punya skala prioritas sehingga mudah berpindah dari satu hal ke hal lainnya.

Daripada tenggelam pada distraksi-distraksi tanpa tujuan, lebih baik mengasah konsentrasi agar lebih produktif. Berikut tiga hal yang membantumu untuk bisa tetap fokus menggapai tujuan.

1. Memegang teguh visi
Visi menjadi motivasi dan tujuan akhir yang ingin dicapai. Saat berpegang dengan suatu visi, maka tiap rencana yang ingin dilakukan dapat terukur dan jelas tujuannya.
Sebelum menentukan visi, ada empat kriteria yang harus dipenuhi. Pertama, visi harus bisa dibayangkan oleh orang lain. Kedua, mudah dimengerti dan dapat dikomunikasikan dengan baik. Ketiga, jangka waktunya jelas. Terakhir, visi harus bernilai luar biasa.

2. Punya skala prioritas dan timeline
Berikut kategori yang bisa dijadikan panduan untuk menentukan skala prioritas dalam beraktivitas. Penting dan mendesak, yang masuk dalam skala ini adalah aktivitas yang wajib diselesaikan dalam waktu dekat. Misalnya tugas kuliah atau pekerjaan yang sudah masuk batas waktu penyelesaian.

Penting tapi tidak mendesak, aktivitas yang perlu dilakukan namun jangka waktunya lebih panjang sehingga bisa dilakukan dengan dicicil. Misalnya latihan rutin untuk meningkatkan kemampuan diri.

Mendesak tapi tidak penting, hal-hal yang perlu dilakukan meski tidak terlalu berpengaruh dengan rencanamu. Misalnya menjaga berinteraksi dengan teman.

Tidak mendesak dan tidak penting, nah kebanyakan orang terdistraksi pada aktivitas-aktivitas di kategori ini. Misalnya scrolling Instagram, belanja barang-barang yang tidak perlu, dan semacamnya yang justru memakan waktu lebih besar dari aktivitas lain. Aktivitas ini harus dikurangi skalanya bila perlu dihilangkan agar tetap fokus pada satu tujuan.

3. Berkomitmen kuat
Hindari distraksi yang datang dengan tetap tekun menyelesaikan tantangan dalam menyelesaikan suatu rencana. Percayalah bahwa setiap rencana butuh waktu dan proses.

Setelah memiliki skala prioritas dan timeline yang jelas, maka kamu tidak akan mudah terdistraksi.

Ikuti terus media sosial resmi kami melalui: Instagram (@djarumbeasiswaplus), Facebook Page (Djarum Beasiswa Plus), Twitter (@BeswanDjarum) dan YouTube (Djarum Beasiswa Plus).

Artikel terkait

1 Juli - 10 September 2021 Tes Interview Online 20 September 2021 Pengumuman Seleksi Beswan Djarum 2021/2022